oleh

4 Partai Pengusung AIS 2015, Menurun di Pileg 2019, Pengamat: hati-hati Dalam Mengusung

-BarruPos

Barru Pos –Berdasarkan penghitungan rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pileg 2019 tingkat Kabupaten Barru, beberapa partai politik kehilangan banyak kursinya di DPRD Barru.

Samsuryadi, pengamat muda dan aktivis sulsel asal barru ini menyoroti parpol pengusung koalisi termasuk partai pengusung pasangan Andi idris syukur dan Suardi Saleh pada Pilbup Barru 2015 lalu. Keempat partai tersebut yaitu: PPP, PKS, Hanura dan Gerindra.

Baca Juga  Beri Motivasi PS Gelora Sintang U-12, Dandim Bagikan Jersey
Baca Juga  Wisata Diana Waterpak Barru Wajib di Kunjungi
Baca Juga  Kapolres Pangkep, Kunjungi Pulau Salebbo, Warga Antusias Menyambut

Partai PPP telah kehilangan 2 kursi, dari awalnya ada 3 kursi yang di dudukinya. Sementara PKS hanya berhasil. Mengamankan 2 kursi dari 3 kursi sebelumnya.

Adapun partai Gerindra, meski tetap mengamankan 3 kursi namun perolehan suara yang di dapatkannya menurun dan posisinya jauh karena saat ini sudah menjadi 5 dapil yang awalnya hanya 3 dapil. Lain nasibnya partai Hanura yang sama sekali tidak mendapat kursi di tahun ini.

Adapun partai nasdem yang kini di ketuai Suardi saleh Bupati Barru keluar sebagai parpol pemenang pemilu dengan 5 kursi DPR. Hal ini memastikan partai nasdem yang secara mutlak akan memimpin lembaga legislatif kabupaten Barru periode ini. Sementara Golkar berada di posisi kedua dan PKB melompat tinggi dengan 5 kursi yang pada pileg 2015 sebelumnya diketahui tidak mendapat kursi sama sekali.

Ketua PC Pemuda Muslimin Barru ini juga mengatakan, hasil kajian bidang politik kami mengupas menurunnya perolehan partai pengusung tak terlepas dari dampak gejolak politik barru yang cukup dinamis.

Sebagai pengamat politik, ia mengatakan seharusnya ada kesepakatan bersama sebelum diajukan pengusulan paslon bupati dan wakil bupati.

Namun dunia politik tak selalu menjanjikan kesepakatan final, sehingga kolaborasi sangat kurang, pada dasarnya parpol pengusung ini harus menguat serta mendapat posisi minimal mendudukkan calegnya menjadi wakil ketua DPRD.

Namun jauh dari prediksi sehingga hal ini mempertontonkan wajah demokrasi baru versi pileg Kabupaten Barru 2019, yah berhati hatilah dalam mengusung paslon bupati dan wakil bupati, kondisi ini memang biasa terjadi tapi yang kita harap kolaborasi itu harus massif, saling mendukung dan saling merangkum, sehingga tidak ada pihak yang merasa terciderai.” tutupnya

Penulis: Syamsuriyadi

Komentar

News Feed