oleh

Alumni Trisakti Untuk Jokowi Gelar Aksi Damai Berbagi Takjil

-Berita-1.349 views
Media Sosial

Barru Pos,Jakarta–Pasca selesainya rekapitulasi penghitungan suara yang
telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum dengan hasil pasangan Jokowi Ma’ruf Amin unggul dengan prosentase 55.5%. Relawan Alumni Trisakti Untuk
Jokowi (TUJ) menyatakan menerima hasil penghitungan suara oleh Komisi
Pemilihan Umum sebagai keputusan yang sah dan konstitusional.

Untuk merayakannya, TUJ melakukan aksi damai dengan Berbagi Takjil kepada para pengguna jalan di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia pada Selasa, 21 Mei 2019.

“Aksi damai ini kami lakukan sebagai ungkapan rasa syukur kami karena
Pemilu telah berjalan dengan lancar, aman dan tertib. Karena berlangsung di
bulan Ramadhan 1440 H, maka aksi damai ini kami unkapkan melalui kegiatan Berbagi Takjil’ untuk semua warga yang kebetulan melintas dan
memerlukannya. Kami berharap, aksi damai ini bisa turut membantu
menurunkan tensi politik yang panas. Sekarang saatnya kita semua harus
kembali bersama menjalin persatuan dan kesatuan. Menjaga kerukunan antar
anak bangsa demi Indonesia yang damai dan bersatu.” demikan disampaikan
Muhanto Hatta, Ketua Trisakti Untuk Jokowi (TUJ) dalam keterangan tertulisnya.

Lebih jauh Muhanto menyampaikan relawan TUJ juga menyampaikan rasa
terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri, para petugas KPPS sehingga Pemilu 2019 bisa terlaksana secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, serta tertib dan aman. Tanpa stakeholder penyelenggara Pemilu di atas, demokrasi kita tidak akan berjalan seperti saat ini. Kami (TUJ) sangat mengapresiasi dan menyampaikan rasa terima kasih
kepada para penyelengara Pemilu 2019” sambung Muhanto.

Terkait dengan banyaknya petugas KPPS yang wafat dan sakit selama pelaksanaan Pemilu 2019, Sarah Wijanarko yang merupakan Sekjen Trisakti Untuk Jokowi (TUJ) menyampaikan rasa belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam.

Baca Juga:  20 Jurnalis jadi Korban Kekerasan Polisi dan Peserta Aksi 22 Mei

“Kami (TUJ) sangat berduka atas wafatnya para pejuang demokrasi
ini dan kami yakin apa yang mereka korbankan untuk bangsa dan negara ini
tidak akan sia-sia.” lanjut Sarah Wijanarko.

Alumni Trisakti Untuk Jokowi (TUJ) mengharapkan agar pihak yang
dinyatakan kalah berdasarkan rekapitulasi KPU bisa menerima keputusan tersebut dan bisa menggunakan jalur konstitusional jika mereka tidak puas.

“Semua diharapkan bisa menahan diri dan tidak memperkeruh suasana
dengan melakukan tindakan-tindakan melawan hukum. Kita tidak ingin bangsa
kita dinilai tidak aman oleh bangsa lain sehingga akan memberikan dampak
yang cukup besar terhadap pembangunan bangsa kita” sambung Muhanto Hatta.

“Kami menghimbau semua pihak agar menjaga kerukunan antar bangsa
demi Indonesia yang damai dan bersatu” pungkas Muhanto dan Sarah
kompak. Trisakti Untuk Jokowi, dideklarasikan di Jakarta pada 9 Februari 2019, adalah  sebuah komunitas relawan alumni Trisakti yang menyatakan dukungannya
terhadap Paslon 01 dalam pilpres 2019. Secara aktif, TUJ telah bekerja
berfokus di Jakarta untuk mengkampanyekan dukungan pada Jokowi Ma’ruf Amin.

Landmark kegiatan TUJ adalah film documenter yang dibuat
bersama Nia Dinata bertajuk Sejarah Yang Tidak Diajarkan Di Sekolah,
keduanya bisa dilihat di channel YouTube TUJ (TrisaktiuntukJokowi).

Sumber:
Mamit Setiawan (081383758997)
Amy Wirabudi (08119226010)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed