oleh

Bantuan Dana Desa Untuk Pembangunan Kampung, Diduga di Korupsi Kepala Kampung

-Nasional-1.271 views
Media Sosial
Foto : Kepala Kampung Payung Makmur, Zimamul Waffa.

Barru Pos Nasional– Sejumlah masyarakat menuding bantuan Dana Desa, Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, disalah gunakan untuk kepentingan memperkaya diri kepala kampung setempat, Zimamul Wafa. Pasalnya, dana desa yang seharusnya secara aturan dikelola secara swakelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Namun pekerjaan tersebut dikelola langsung oleh kepala kampung. Keterlibatakn sejumlah pamong hannya sekedar formalitas.“ Dana Desa kampung kami dikelola langsung oleh kepala kampung.

Masyarakat serta aparat kampung tidak tau berapa jumlah anggaran dan dibelanjakan untuk apa saja,” kata warga Kampung Payung Makmur, yang minta dirahasiakan idetitasnya itu.

Hal lain dibuktikan dengan selama Zimamul Wafa menjabat kepala kampung menjabat, harta kekayaannya meningkat draktis. “Contohnya saja pada tahun 2017 lalu, dalam satu tahun kepala kampung kami membeli aset, berupa mobil, tanah perkebunan, sawah dan peladangan bernilai ratusan juta. Padahal kami tau lurah kami tidak ada penghasilan yang bisa menghasilkan pertahun puluhan juta. Kok ini bisa ratusan juta, uang dari mana, “ katanya.

Hal senada dikatakan salah satu tokoh masyarakat kampung setempat. Dia menyebutkan bahwa sudah menjadi rahasia umum jika kepala kampung mereka dikenal sangat berani dengan urusan dana bantuan yang bersumber dari uang rakyat itu. “Enggak heran lagilah kalau masalah dana bantuan. Semua dikelola oleh kepala kampung serta keluarganya,” katanya.

Jadi, kata Dia, wajar saja jika setiap tahun dia punnya uang banyak, “Karena hampir semua proyek atau bantuan tidak beres. Tahun 2018 saja, dia beli tanah dan sawah senilai ratusan juta, belum lagi yang lainnya seperti pembuatan sewa tarup yang bisa menghabiskan puluhan juta,” katanya.

Baca Juga:  Team Kesenian Sahrawi Maroko Tampil Dipembukaan Inacraft 2019 di Jakarta

Bahkan, lanjutnya, sekarang mereka hanya diam, karena jika protes justru dikucilkan. “ Kami cuma bisa diam karena jika kami protes juga percuma kami bisa dikucilkan. Pak lurah sekarang semakin menjadi-jadi dan sanggup terang-terangan serta arogan kepada warga dan bawahaannya. Jika mengusik bisa dipecat, karena mungkin dia merasa dibekingin oleh oknum anggota dewan,“ ujarnya.

Lebih jauh narasumber juga menceritakan, meski dalam RAB kampung ada anggaran untuk pemberdayaan serta pembinaan mencapai ratusan juta setiap tahunnya, namun dia mengaku dikampungnya tidak pernah ada pembinaan. “Selama ini kami selaku masyarakat tidak pernah ada pembinaan dari kampung. Terus anggaran untuk pembinaan ratusan juta itu untuk apa,” katanya.

Selain itu, narasumber juga menceritakan sepak terjang keluarga kepala kampungnya. Bukan hannya urusan kepemerintahan saja, bidang keagamaan menurut narasumber, keluarga kepala kampung dibilang ingin selalu menguasai. Bahkan kata dia dari jaman ayahnya masih hidup masjid induk dimonopoli oleh keluarga kepala kampung.

“Jangankan urusan pemerintah, masjid induk saja yang dibuat oleh desa dimonopoli. Jamaah masjid sudah puluhan tahun tidak tau pendapatan uang amal, dan sumbungan dari warga untuk pembngunan masjid untuk apa. Sebab tidak pernah diumumkan saat jumatan seperti daerah lain,” ujarnya.

Parahnya lagi untuk pennyembelihan korban saja setiap tahun yang menikmati keluarga besar pak lurah, padahal seharusnya dibagikan untuk kaum fakir miskin, “Apa lagi urusan dana desa, yah kami pasrah saja, diingetin juga percuma, beraninya ada di dia, pintarnya juga ada di dia semua, seolah-olah dia kebal hukum,” beber narasumber.

Narasumber juga mengatakan, jika beberapa waktu lalu kepada kampungnya pernah mendapat masalah, namun kata dia kepala Kampung Payung Makmur terbilang lihai agar terlepas dari jeratan hukum. “Setau saya dulu dia pernah tersandung masalah, namun pak kakam terbilang lihai agar terhindar dari jeratan hukum. Ada salah satu LSM yang menangani kasus tersebut dijebak dengan uang dan ahirnya ditangkap. Uang Rp10 juta untuk menjebak LSM tersebut kabarnya dari pinjam uang karang taruna, dan hingga kini uang tersebut tidak jelas,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tragedi Pilpres 2019 Akankah Menyeret PATI (Purn) TNI-AD Ke Penjara ?

Terpisah, Kepala Kampung Payung Makmur, Zimamul Waffa, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengelak jika dana desa disalah gunakan. Dia mengatakan jika dana desa sudah direalisasikan sesuai aturan. “Itu tidak benar, bantuan dana desa sudah dikerjakan sesuai dengan aturan,“ kata Zimam Wafa. (dpt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed