oleh

“Bantuan yang Dinanti Pada Masa Covid 19”

-Berita-177 views
Media Sosial

BARRU POS–Pada bulan suci ramadhan kali ini semua orang panik karena adanya pandemi covid-19 atau sering disebut virus corona, ini geger dibahas oleh semua lapisan masyarakat sebelum masuknya bulan puasa hingga sekarang.

Namun menejelang pertengahan pada bulan suci ramadahan pembahasan covid 19 kini perlahan mulai membisu di pelosok-pelosok perkampungan, ini disebabkan karna banyaknya tawaran muncul dari pemerintah daerah setempat terkait adanya bantuan yang terdampak pandemi dan akan segera disalurkan katanya.

Di sinilah keviralan virus corona mulai tersisihkan disebabkan adanya munucul isu-isu bantuan yang takkujung tersalurkan dan fase saat ini gencar-gencarnya aparat yang berwenang untuk mendata mana yang layak dan tidak layak mendapat bantuan, agar bantuan itu tepat sasaran, Tentunya harus didasari dengan data yang akurat.

Baca Juga:  Satlantas Barru Sosialisasi Operasi Zebra di Upacara Hari Sumpah Pemuda

Dari sinilah penulis mulai berpikir dan menganalisa sifat yang namanya bantuan. Berbicara tentang bantuan tentunya ini adalah sebuah perkara yang sensitif bagaimana tidak semua akan berharap mendapatkan, yang namanya bantuan apa lagi perekonomian sekarang bisa dikatakan mengalami krisis yang sangat drastis dan semua orang mengetahau pasti kalau sifatnya membantu, dibantu, dan terbantu apalagi bantuan pasti kita merasa dimudahakan dalam kondisi yang tertekan dari berbagai peristiwa jika kita merasakan pertolongan (bantuan)

Dengan banyaknya tawaran bantuan dari pemerintah akibat dampak pandemi covid 19 masyarakat yang menyandang status kategori fakir dan miskin kini mulai menampakkan raut senyum pada bibirnya yang begitu bergembira karena adanya kabar baik bahwa bantuan itu akan segera cair dan tersalurkan.

Baca Juga:  Empat Pencuri Sapi di Wilayah Barru Diciduk Polres Barru

Namun di sisi lain ada keresahan yang menyelimuti masyarakat yang terdamapak covid 19 yaitu ketidakmerataannya bantuan yang sering didengunkan dengan kata “double” atau sudah beberapa kali mendapat bantuan, di sinilah parah petugas yang mendata dan pimpinan mulai resah dan kebingungan untuk membagi bantuan ini secar merata dan tepat sasaran.

Pada akhirnya penulis berusaha menyimpulkan dengan kedangkala wawasanya, yaitu jika ingin menyalurkan sebuah bantuan tidak terlepas dari sifat adil, jujur dan amanah. Jika kita sudah memiliki ketiga sifat itu yakin dan percayalah bantuan itu akan tersalurkan dengan tepat sasaran dan merata. Wallahu’alam bihsawab…

Barru, 05/06/2020

Penulis : Muhammad Tariq

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed