oleh

Banyak Keluhan Kontraktor Lokal, DPRD Barru Akan Bentuk Tim Pansus

-Berita-885 views
Media Sosial

BARRU POS—Proses tender di Barru, memicu para kontraktor bersurat ke DPRD Barru. Para kontraktor diterima oleh sejumlah anggota DPRD, Senin (11/11/2019), untuk mendengarkan keluh kesah yang dialami kontraktor lokal.

Dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi,C Syamsuddin Muhiddin dari Partai Golkar sangat alot antara Kontraktor dan Panitia Lellang.

Dimana tuntutan itu menganggap panitia tidak Konsisten dan melanggar Perpres 16 tahun 2016 tentang pengadaan barang / Jasa yang tidak menerapkan prinsip Efisien,efektif,dan adil pada pasal 6, dan juga pasal 7 ayat(1) huruf F tentang etika pengadaan Barang dan jasa dimana semua yang terlibat wajib menghindari dan mencegah pemborosan dan kebocoran keuangan Negara/Daerah.

Kordinator Forum Kontraktor yang tersholimi, Lalli Taju mengatakan panitia lelang melanggar sendiri apa yang dipersyaratkan, antara lain sistem pengadaan Pasca kualifikasi dengan harga terendah dan sistim gugur.

Dari 19 kegiatan pekerjaan yang dilelang sebelas jenis kegiatan pekerjaan yang bukan penawaran terendah yang kerjakan, Sehingga sangat berpotensi pemborosan keuangan Negara,yang berakibat kerugian Negara sebesar Rp.1.358.034.073,50 akibat panitia lelang sengaja mengenyampingkan aturan Perpres.” ungkapnya Lalli Laju.

Lally, menambahkan delapan jenis kegiatan pekerjaan dengan nilai 30 M lebih dikerjakan oleh pemenang tunggal, dikarenakan penyedia jasa lainnya tidak melakukan penawaran.

Hal tersebut disebabkan karena panitia lelang/tender dengan sengaja persyaratkan yang sangat sulit untuk di ikuti penyedia jasa Lokal perusahaan Lokal, bahkan terkadang beredar informasi yang menyebutkan kalau semua proyek yang mau di Lelang sudah ada yang punya.” katanya Lalli Laju.

Lally bahkan menjelaskan dihadapan anggota DPRD kualitas pekerjaan yang sangat rendah. Lally yang didampingi Andi Kayong bahkan meminta panitia tidak menggunakan cara cara kotor yang merugikan Kontraktor Lokal.

Baca Juga:  VIDEO: Dana Daerah Masih Banyak Mengendap, Presiden: Jangan Ulangi di 2020!

“Saya memohon kepada Anggota DPRD, agar permasalahan ini dilanjutkan Keranah Hukum, sementara itu Panitia Lelang/Tender saat menjawab apa yang dipermasalahkan oleh Kontraktor, menurutnya,telah melaksanakan proses tender/lelang sesuai aturan yang berlaku, meskipun hal tersebut dibantah.

Anggota Dewan dari Fraksi PDIP Syamsul dengan tegas agar permasalahan Kontraktor ini ditindaklanjuti, Anggota Dewan Lainnya H.Iqbal (Gerindra), dan Rusdi (PKB) , mengusulkan Bentuk Tim Pansus agar dapat melakukan Investigasi dan menghadirkan Ahli di bidang Pelelangan barang dan Jasa.

Hal tersebut sangat direspon oleh anggota Dewan lainnya, akhirnya pimpinan Sidang rapat dengar pendapat Panitia Lelang dengan Para Kontraktor diputuskan untuk membentuk Pansus.

Tim: Penulis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed