oleh

Barru yang Dulu Dikenal Penghasil Vaname, Justru Redup, ini Penyebanya

-Ekonomi-1.258 views
Media Sosial
Foto : Etta Lakki, petambak Udang di Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru, saat ditemui Jurnalis Barrupos.com Sabut 02 Maret 2019 (Andi Faisal/Barru.Pos)

 

Barru Pos– Sepanjang poros Makassar-Pare-pare tepatnya di daerah pesisir Kabupaten Barru, terdapat puluhan hektar areal tambak yang produktif dan disaat sekarang banyaknya petani tambak yang mengeluh diakibatkan adanya penyakit yang menyerang Udang Vaname.

Dari pertemuan dengan salah satu petani tambak, Sabtu (02/03/2019) siang sekitar pulul 14.23 Wita tadi di Burancie keluharahan Mangkoso kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Dia mengatakan kalau untuk sekarang penebarannya dikurangi dari 100 ribu menjadi 70 ribu.

Itu diakibatkan karena faktor cuaca yang tidak menentu. Biasanya kami panen sampai 5 kali dalam setahun tapi sekarang sudah tidak lagi,”ungkap Etta, Laki-laki (55 )

Sepintas lalu menceritakan keadaan 5 tahun yang lalu, biasanya kalau menebar 100 ribu hasil yang didapatkan diatas 1 ton lain hal sekarang penebaran 70 ribu biasa “jalan-jalan” atau dengan kata lain tidak mendapatkan untung atau rugi bahkan sebagian petambak beralih ke pemeliharaan Ikan Bandeng.

Setelah konfirmasi lewat telfon Jurnalis Barrupos.com segera bertemu dengan Penyuluh Perikanan Soppeng Riaja, bersama beberapa petambak di lokasi yang berbeda. Nurtang, mengungkapkan kalau dulunya petambak dianggap berhasil dengan pendapatan 1-5 ton per hektar dengan sistem tradional plus serta semi intensif.

Namun akhir-akhir ini karena harga Udang Vaname sangat menggiurkan sehingga petani memaksakan lahan tanpa melakukan persiapan yang baik, bahkan frekwensi penebarannya 4-5 kali selama setahun.

“Seharusnya sesudah panen diharapkan lahan dicuci agar lumpur dan sisa pakan itu hilang bahkan harus dikeringkan, ” ungkapnya.

Harapannya ada regulasi yang mengatur tentang pola tebar 3x dalam setahun dengan formasi penebaran Udang, Ikan, dan udang agar mendapatkam hasil yang jauh lebih baik.

Baca Juga:  Lihat Nih! Jalan Desa Kami Mirip Kubangan Kerbau

Reporter : Andi Faisal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed