oleh

Begal Sadis Pemotong Tangan di Vonis 18 tahun Kurungan Penjara

-Makassar-1.137 views
Media Sosial

Makassar, BarruPos – Salah satu pertimbangan yang memberatkan hukuman terdakwa dinilai sadis.
Majelis Hakim Pengadilan Makassar menggelar sidang vonis kepada dua terdakwa dan menjatuhkan vonis bersalah terhadap, dua terdakwa yakni Aco alias Pengkong, dan Firman alias Emmang.

Sidang vonis di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, di Jalan Kartini, Kota Makassar, (Jum’at, 05/04/19).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Aco alias Pengkong, dan terdakwa Firman alias Emmang. Telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindàk pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat yang dalam hal ini dilakukan secara bersama-sama, tegas Ketua Majelis Hakim, Bambang Nurcahyo saat membacakan amar putusannya.

Mahasiswa Akademi Tekhnik Industri Makassar (ATIM), Imran (19 tahun), menjadi korban kekejian dan kebengisan kedua terdakwa.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Hakim Bambang Nurcahyo, kedua terdakwa terbukti melanggar primer Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keduanya dianggap sengaja melakukan pencurian dengan kekerasan yang membuat korban cacat seumur hidup. Kedua terdakwa ini dijerat dengan Pasal 365 Ayat 4 KUHP.

Vonis ini lebih berat dari tuntutan 17 tahun kurungan penjara yang diajukan oleh Jaksa Adrian Dwi Saputra, yang dalam hal ini bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Namun, kedua terdakwa telah menjalani masa tahanan sepanjang proses persidangan. “Memerintahkan kedua terdakwa tetap dalam tahanan, lanjut Bambang.

Majelis Hakim mempersilahkan kepada kedua terdakwa untuk melakukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi (PT), apabila kedua terdakwa tidak puas dan tidak menerima hasil vonis ini.

“Jadi terhadap saudara memiliki waktu sesuai dengan Undang-undang sejak putusan ini dibacakan, tujuh hari untuk mengambil sikap, apakah menerima keputusan ini atau ingin mengajukan banding,” jelas Bambang.

Baca Juga:  15 Camat Mendukung Capres Lewat Video, Walikota Makassar Saya Pikir Itu Adalah Hak Pribadi Camat

Kasus ini sempat menyita perhatian publik, lantaran sadisnya cara pelaku menyerang korban.
Imran menggambarkan suasana di depan rumah kawannya itu sedang sepi, dan jarang orang yang melintas sebelum begal mendatanginya.

Saat itu, korban melihat sebuah sepeda motor jenis matic yang ditumpangi oleh dua orang bertubuh kurus, dan setinggi dirinya.
Semakin dekat, sepeda motor jenis matic tersebut semakin pelan menghampiri dengan mendekati dirinya.
Keduanya ketika itu berusaha merampas handphone Imran saat di depan rumah temannya.

Namun, karena tak kunjung diberi, kedua begal ini mengejar sang korban. Hingga pada akhirnya mengambil barang korban secara paksa, dengan cara menebas tangan menggunakan parang. Imran selamat nyawanya, meski tangannya putus akibat sabetan parang pelaku.

Aziz/Tomy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed