oleh

Bikin Haru, Baru Beberapa Jam Akad Nikah Mursen Meninggal di RS Wahidin

-Berita-3.713 views
Media Sosial

BARRU POS—-Nasib tragis calon pengantin “untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”, mungkin inilah pepatah yang pas untuk menggambarkan nasib tragis yang menimpa calon penganting bernama Mursen (43).

Niat mengucapkan ikrar janji suci dengan mempersunting pujaan hatinya dihadapan keluarga dekat dan para kerabat akhirnya kandas setelah mengalami kecelakaan tragis.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada senin dini hari sekitar Jam dua dalam perjalanan dari Lingkungan Mangganjeng menuju tempat kerjanya di Tonasa menabrak truk tronton yang terparkir dipinggir disekitaran Bungoro Pangkep. Akibat peristiwa itu ia mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di Rs. Wahidin Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Ka BWS S V Beri Bantuan APD kepada BPBD Provinsi Sumatara Barat
Baca Juga:  Soal Blokir Internet di Papua, Fahri Hamzah: Blokir Istana Saja
Baca Juga:  Tanah Longsor di Jalange, Akibat Aktivitas Tambang Trass

Sementara pada Sabtu 9 November 2019 Jam 11 adalah jadwal akad nikahnya yang rencananya dilakukan di Dusun Birue Desa Siawun, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, terpaksa dipindahkan ke Rs. Wahidin Makassar.

Namun karena kondisi yang tak sadarkan diri prosesi akad nikah dipindahkan ke Mushallah Rs. Wahidin dengan diwakili Ijab Kabulnya oleh kakak kandungnya yang bernama Sudirman dan dipandu penghulu KUA Kecamatan Barru, Husni Makky.

Kepala KUA Kecamatan Barru. Muhammad Idris, yang dihubungi via telepon membenarkan peristiwa itu.
“memang hari ini tanggal 9 Movember 2019 berdasarkan register pendaftaran kehendak nikah akan dilansungkan akad nikah antara Mursen dengan Musliani di Birue Desa Siawung, namun karena kondisi tak memungkinkan maka akad nikah dipindahkan ke RS. Wahidin Makassar.

Lebih lanjut Idris mengatakan setelah akad nikah jam 11 siang, pada jam 4 sore hari penganting pria telah menghembuskan napas terakhir.

Ini merupakan takdir yang telah digariskan oleh yang kuasa dan semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan kita pada petuah-petuah orang tua bahwa masa rentang antara lamaran dan hari H pernikahan adalah masa “Rapo-raponna” (masa rawan) sehingga mempelai harus mengurangi aktifitas diluar rumah.

Kami dari KUA telah melayat kerumah duka dan menyampaikan ucapan bela sungkawa yang sedalam dalamnya dan memberikan suppport kepada keluarga yang ditinggalkan terutama kepada istrinya yg sangat terpukul atas kejadian ini.

Sumber : Grup WA Bimas Islam Kemenag Barru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed