oleh

Bisnis Era Normal Baru Jadi Topik Pembahasan Pada Webinar Kalla Business School

-Berita-37 views
Media Sosial

Barrupos.com, Kuartal ketiga 2020 disebut menjadi penentu Indonesia masuk fase resesi ekonomi atau tidak. Merosotnya pendapatan riil, bertambahnya pengangguran, lesunya penjualan ritel dan terpuruknya industri manufaktur hanyalah sebagian kecil dari dampak pandemi Covid 19 ini terhadap perekonomian negara.

Atas landasan itu, Kalla Business School pada Sabtu (1/8) menghelat webinar nasional yang membincang tema “Menembus Masa Depan Bisnis di Era Normal Baru” dengan menghadirkan pembicara nasional Sandiaga S.Uno yang dikenal publik sebagai seorang pebisnis handal Indonesia, Rachmad Kaimuddin, Putra Sulsel yang dipercaya menduduki jabatan CEO Bukalapak saat ini dan Fatimah Kalla, Presiden Komisaris Kalla Group sekaligus Ketua Umum Yayasan Hadji Kalla dengan pemandu seminar Amril Arifin, dosen Kalla Business School.

Sebagai pembuka kegiatan webinar, pembicara pertama Ibu Fatimah Kalla, secara apik menerjemahkan tema hari jadi Kalla Business School tahun ini, yaitu Pendidikan, Inovasi dan Pengabdian : Pembelajaran dari Kalla Group. Pengalaman beliau membawa Kalla Grup dan Yayasan Hadji Kalla hingga saat ini banyak memberikan lesson learn yang berharga.

Kalla Group dengan pengalaman 67 tahun di dunia bisnis dan 34 tahun di dunia pendidikan tentu telah melewati berbagai pengalaman dan tetap berusaha memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Beliau berharap meskipun situasi sulit seperti saat ini, anak-anak muda tidak boleh putus asa dan terus bergerak. “Kita tidak memungkiri, ada unit bisnis kita yang harus dievaluasi karena situasi pandemi. Namun, kita tetap berusaha seoptimal mungkin untuk tetap bisa berjalan dan meminimumkan risiko PHK, kuncinya produktif, tidak melupakan kearifan lokal”. Ungkapnya saat menjawab salah satu pertanyaan dari peserta webinar.

Sementara itu, Rachmat Kaimuddin dalam sesinya menguraikan tentang Teknologi, Inovasi dan Mobilitas dalam Masyarakat Digital. Menurut Rachmat, teknologi inovasi sangat mempengaruhi kemampuan mobilitas dewasa ini. “Interaksi manusia dengan kegiatan perdagangan banyak sekali membetuk peradaban. Teknologi dalam perdagangan dapat dilakukan dengan cepat, didukung oleh informasi. Bukalapak konsepnya orang dapat terkoneksi melalui perdagangan, karena kami percaya dengan platform ini bisa membantu dalam perdagangan barang dan jasa. Fokus kita memberdayakan mass market dan UMKM karena mereka banyak tidak tersentuh dengan teknologi”. Ungkapnya.

Baca Juga:  Apersi Salurkan Bantuan, Wabup Apresasi Kepedulian Pengembang

Selain itu, Rachmat juga menyampaikan sejumlah data mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang banyak dikontribusikan oleh transaksi melalui internet. Kendalanya, masih banyak usaha yang tidak mengaptasi teknologi atau meskipun melek internet namun masyarakat belum percaya jika dilakukan saat bisnis.

Pada sesi pemaparan materi yang terakhir, ditutup oleh penyampaian materi dari Sandiaga Uno yang berbagi ilmu terkait masa depan bisnis Indonesia di Era Normal Baru. Dalam paparannya beliau memberikan motivasi kepada peserta webinar bahwa ada solusi ekonomi yang dapat dihadirkan di saat pandemic. “Ekonomi di tengah pandemi ini perlu dibangun dengan basis silaturahim, berbasis jejaring dan berbasis ekosistem. Jangan terlalu banyak konsep, segera rencanakan dan uji dengan eksekusi. Kesempatan ini ada di tangan teman-teman. Mudah-mudahan di tengah pandemi ini bisa membuka kajian baru di bidang kewirausahaan.”. Ungkap Sandiaga Uno.

Ketika ditanyakan terkait keberadaan sekolah bisnis dan incubator di kampus, Sandi juga menyampaikan dukungan dan harapannya. “Semakin banyaknya Business School dan inkubator akan memudahkan para wirausaha pemula untuk bergerak memulai usahanya. Berdasarkan riset, 70 % wirausaha pemula akan sukses jika dilengkapi dengan pendampingan dan pelatihan melalui inkubasi. Kita berharap Kalla Business School bersama dengan Oke-Oce kelak dapat menandatangani kerjasama memberikan pelatihan dan pendampingan kepada wirausaha muda sehingga tercipta ekosistem yang saling mendukung“. Tegasnya Sandi di akhir sesi.

Wawancara usai acara, Rektor Kalla Business School, Syamril, ST., M.Pd mengatakan webinar ini merupakan rangkaian kegiatan dari dies natalis kalla business school. “Alhamdulillah, pagi ini kita melaksanakan webinar bertema ekonomi & bisnis, semoga ini dapat membuka wawasan dan mendorong kolaborasi untuk membangun wirausaha dan ekonomi berlandaskan iman dan takwa agar bahagia dunia akhirat”. Kata Syamril.

Baca Juga:  Warga Palakka di Gegerkan dengan Temuan Mayat Sudah Membusuk

Ia juga menambahkan, di hari jadi pertama ini sekaligus sebagai moment untuk mensosialisasikan program Kalla Business School. “Saya rasa ini waktu yang pas untuk mensosialisasikan program-program yang Kalla Business School miliki, sehingga masyarakat dapat mengetahui apa saja yang sedang dan akan kita lakukan, ini semua juga tujuannya untuk mendekatkan kampus kepada khalayak umum, sesuai dengan tema hari jadi tahun ini yaitu Pendidikan, Inovasi dan Pengabdian,” tambahnya.

Webinar ini berlangsung kurang lebih 4 jam mulai pukul 10.00-14.00 WITA melalui platform zoom dan youtube channel Kalla Business School dengan peserta yang tersebar dari seluruh Indonesia. Kalla Business School juga membagikan sejumlah voucher kepada partisipan yang berhasil menjawab kuis dan pertanyaan terpilih. Antusiasme kurang lebih 400 peserta webinar nampak hingga akhir acara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed