Butuh Bantuan, Kakek Majid Tinggal di Rumah Kumuh

 

Barru Pos– Kakek  Majid (60), membutuhkan bantuan uluran tangan dermawan maupun Pemkab Barru, Gubuk tempat tinggal warga Kampung Dengpessue Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, sangat memperhatikan sekali.

Tinggal sendiri didalam di gubuk yang telah reyot, bahkan sebagian atap dan dindingnya hancur dimakan lapuk karena tak pernah diganti. Gubuk Kakek Majid, diperkirakan berukuran 4 x 4 meter.

Gubuk kecil itu terdapat dua ruangan, mulai dari pintu masuk didapati ruangan berukuran lebih dua meter. Di dalam rumah hanya ada kain tikar yang terbentang dan kursi plastik, sementara ruangan sebalah kanan adalah tempat tidur Kakek Majid.

Di ruangan tempat tidur Kakek Majid hanya ada satu kasur dan ember. Ruangannya yang sempit dengan dinding yang sudah rusak, sekeliling dinding yang terbuat dari papan itu sebagian sudah lepas dikekang waktu.

Saat malam hari, angin kencang masuk ke dalam kamar lewat celah dinding yang menganga. Tidak hanya dindingnya yang rusak parah, atapnya sebagian sudah lepas. Bahkan saat hujan turun, isi kamar Kakek Majid, Ember di dalam kamar itu, terkadang digunakan untuk menampung air hujan supaya tidak membajiri ruangannya.

Ruangan selanjutnya adalah dapur berisi tumpukan ranting-ranting kayu bakar yang dikumpulkan Kakek Majid untuk keperluan memasak nasi dan air minum.

Tak jauh dari pintu dapur panci liwet berwarna hitam pekat masih menduduki tungku yang terbuat dari batu. Di antara kayu-kayu bakar beberapa piring plastik dan mangkok menghiasi meja papan.

Sehari-hari waktu dihabiskan Kakek Majid hanya berada di sekitar rumah. Sewaktu didatangi, Kakek Majid hanya sendirian sedang duduk berada di depan pintu rumahnya sambil memperhatikan suasana sekitar rumahnya.

Kakek asal Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sangat ramah. Dengan suara medok ngapaknya, kata dia, sekarang ini sangat membutuhkan bantuan dari dermawan untuk perbaikan rumahnya. Dia mengatakan, yang paling penting saat ini adalah perbaikan rumahnya. Kemudian, perbaikan dinding rumahnya yang masih banyak kekurangan papan.

“Kalau lagi hujan semuanya bocor, atap, papan, kayu, dan paku tidak ada uang untuk membelinya,” kata Kakek Majid kepada Barrupos.com, Sabtu (02/03/2019).

Dia menuturkan, terkadang saat hujan turun tanpa disadarinya telah meneteskan air mata bersamaan dengan air hujan yang masuk ke dalam rumah.

Hidup dalam serba kekurangan sudah dirasakan Kakek Majid. Bahkan untuk makan saja, terkadang dia mendapat bantuan dari warga kampung.

“Dapat beras saja kadang dikasih orang baru ada yang mau dimakan,” ujarnya.

Reporter : Irfan Arifin

Tinggalkan Balasan

Next Post

Inilah, Derita Warga Miskin di Barru yang Butuh Perhatian 

Sab Mar 2 , 2019
Barru Pos– Pemerintah Dearah Kabupaten Barru, sepertinya kurang peduli terhadap warganya terutama pada kalangan warga miskin. Buktinya, masih ditemukan sejumlah warga yang nasibnya sungguh miris. Mareka bertahun-tahun bertempat tinggal ditempat yang jauh dari kata layak dan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, meraka harus mununggu uluran tangan dari dermawan. Pantauan di lokasi, […]

BERITA TERBARU