oleh

Demokrat Dipersilakan Keluar dari Koalisi Jika Tak Sabar Ingin Dapat Jatah Menteri

-Berita-1.572 views
Media Sosial

Barru Pos, Jakarta – Perang urat saraf di internal kubu Prabowo-Sandi makin meruncing. Partai Demokrat bahkan dipersilakan keluar koalisi jika sudah tidak sabar dapat jatah Menteri dari Jokowi.

Namun demikian Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mengklaim Koalisi Indonesia Adil Makmur sampai hari ini terus berjalan. Itu dikarenakan proses pemilu belum sepenuhnya selesai dan masih ada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Koalisi ini masih terus berjalan karena proses pilpres belum selesai. Oleh karena itu, terus berkoordinasi dengan koalisi kami,” kata Andre di Jakarta, Minggu (9/6).

Hal itu dikatakannya merespons pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik, yang menyarankan agar Koalisi Indonesia Kerja dan Koalisi Indonesia Adil Makmur dibubarkan. Andre pun merasa heran dengan pernyataan Rachland. Pasalnya, yang bersangkutan menurut dia tidak pernah aktif dalam rapat di internal koalisi Prabowo-Sandi.

Dia menduga Partai Demokrat sudah tidak sabar bergabung dengan koalisi Jokowi untuk mendapatkan kursi menteri di pemerintahan. “Rachland tidak pernah aktif, lalu tidak ada angin dan tidak ada hujan dia mengusulkan pembubaran koalisi. Mungkin yang bersangkutan terburu-buru Demokrat ingin mendapatkan menteri dari kubu Jokowi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Andre mempersilakan Partai Demokrat untuk keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Pihaknya tidak akan menghalang-halangi.

Dia mengingatkan, dalam etika berkoalisi, jika salah satu anggota memiliki masukan, silakan disampaikan di internal, bukan malah membuat gaduh. “Jadi, harapan kami pada Demokrat, silakan tentukan sikap. Kalau mau keluar, pamit secara baik-baik. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,” ucapnya.

Menurut dia, jika Demokrat masih ingin tetap bertahan di koalisi Prabowo-Sandi, harus menjaga etika dan jangan membuat gaduh karena pihak 02 sedang fokus pada sengketa Pilpres 2019 di MK. Jika Demokrat sudah tidak sabar mendapatkan jatah menteri hasil perombakan kabinet pada Juni atau Juli nanti, dia mempersilakan partai berlambang bintang mercy itu keluar dari koalisi Prabowo-Sandi.

Baca Juga:  Keren, Mal Pelayanan Publik Barru Bakal Beda Dengan Daerah Lain

Redaksi: Barrupos.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed