oleh

Depresi, IRT di Barru Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

-Berita-2.962 views
Media Sosial

BARRU POS– Seorang ibu rumah tangga (IRT), YBS (50) ditemukan tewas di kediamannya di Kampung Poddo, Dusun Parenring, Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulsel. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Korban ditemukan menantunya, Sainal  sudah tergantung tak bernyawa kolom rumah YBS, pada Kamis (13/03/2020). terikat tali yang diduga digunakan korban untuk gantung diri.

Kasubbag Humas Polres Barru AKP Sainuddin, dikonfirmasi via telepon,  membenarkan kejadian tersebut, kronologis Kejadian pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 sekitar pukul 12.00 Wita bertempat di bawa kolom rumah panggung tepatnya di dalam kandang ayam milik korban, saksi anak menantu korban Zainal (24) tahun.

Sementara ngobrol bersama dengan tetangganya, setelah mereka selesai ngobrol saksi Zainal hendak ke belakang ke kamar mandi miliknya dengan tujuan untuk Buang Air Besar, dan kamar mandi tersebut berhadapan dengan TKP, saksi berjalan kaki menuju ke kamar mandi lewat di bawa kolom rumah korban, pada saat saksi berjalan dengan tujuan ke kamar mandi saksi melawati sebuah kandang ayam  tepatnya di bawa kolom rumah korban.

Namun tiba-tiba saksi kaget karena ia melihat ada orang yang sementara Gantung Diri dengan menggunakan Tali Nilon, setelah itu saksi dengan Spontan berteriak mamanggil Istri Saksi Mirna sambil berkata bahwa ‘ Cepat ke sini Nagantung dirinya Mama.

Selanjutnya saksi bergegas mengambil sebilah Parang dengan tujuan untuk ia potong Tali yang di gunakan korban selanjutnya Saksi dengan sendirinya mengangkat korban dari TKP menuju ke atas rumah korban dalam kondisi Meninggal Dunia.

Keterangan dari Anak Kandung korban Mirna  (22) tahun Senin kemarin tanggal 9 Maret 2020 Anak menantu korban Lina bersama Cucunya  Ainun datang dari Makassar berkunjung ke rumah korban tepatnya di Kampung Poddo Dusun Parenring Desa Mattirowalie Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Baru untuk Penambahan Devisa

Tujuan untuk ketemu sama keluarganya, dan ke esokan harinya yaitu pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2020 Anak menantu korban bersama Cucu korban hendak pamit untuk balik ke Makassar, namun Nenek korban Yamma melarang untuk balik ke Makassar,  namun anak menantu sama cucu korban tetap mau balik ke Makassar karena ada sesuatu hal yang ingin ia kerjakan, setelah anak menantu bersama cucu korban balik ke Makassar, korban Yamma selalu termenung dan menghayal yang nota benenya di perkirakan bahwa korban Yamma selalu mengingat ke cucunya.

Hasil Visum dokter menurut keterangan dokter Puskesmas Ralla dr. Erik Purnomo bahwa setelah di lakukan pemeriksaan pada korban, Tidak di temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya ada bekas Jeratan Tali pada leher korban.

Tim: barrupos.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed