oleh

Deteksi Potensi Peserta Didik Baru, SMP Islam Athirah 1 Makassar Lakukan Langkah Ini

-Berita-37 views
Media Sosial

Barrupos.com, Makassar-Setiap peserta didik memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda. Ada yang berbakat di bidang akademik, ada juga yang berbakat dalam non akademik. Seperti yang diketahui ada 8 tingkat kecerdasan. Dari kecerdasan yang berbeda, dapat menghasilkan berbagai bakat yang luar biasa. Bakat yang ada harus dikenali sejak dini, agar dapat dikembangkan secara optimal. SMP Islam Athirah 1 Makassar mengadakan kegiatan psikotes yang dirangkaian wawancara eksklusif dengan psikolog secara daring melalui konferensi zoom, Ahad (9/8/2020) .

Kegiatan itu ditujukan untuk seluruh peserta didik baru). 108 peserta didik baru yang mengikuti tes psikotes dan wawancara. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama pihak sekolah dengan pihak PLP (Pusat Layanan Psikologi) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya, sehingga seluruh peserta didik baru dapat mengenali kecerdasan intelektual, minat dan bakat serta karakter yang dimilikinya selama belajar di sekolah. Hal ini sangat penting juga untuk pihak sekolah, karena dapat mengarahkan peserta didik pada kegiatan-kegiatan yang mendukung perkembangannya. Apalagi pada usia SMP, para peserta didik mulai belajar menemukan jati dirinya.

Pada hari pertama, pihak PLP memberikan beberapa soal psikotes pada peserta didik, Sabtu (8/9/2020). Sebagian besar peserta didik baru pertama kali mengikuti psikotes, sehingga perlu diberikan penjelasan secara jelas terkait langkah-lagkah pengerjaaan soal psikotes. Pengerjaannya dilakukan peserta didik dari rumah masing-masing menggunakan aplikasi milik PLP. Pengerjaan tetap dipantau oleh pihak PLP dan Guru Bimbingan Konseling melalui konferensi zoom.

Salah satu peserta didik baru di SMP Islam Athirah 1 Makassar, Fahrerzi Hafizh Dimitri yang bercita-cita menjadi Ilmuwan Sains merasakan pengalaman yang luar biasa saat mengikuti psikotes dan wawancara, serta merasa sedikit grogi karena baru pertama kali diwawancarai secara eksklusif oleh seorang psikolog.

Baca Juga:  Turun Tangan Barru Upgrading Perdana, Setelah 3 Bulan Didirikan

“Saya jadi tahu sedikit contoh soal psikotes. Awalnya deg-degan, karena baru pertama kali. Namun setelah itu kembali tenang, karena cara bertanya psikolognya mudah dipahami” ungkap Fachrezi setelah mengikuti dua rangkaian kegiatan yakni psikotes dan wawancara eksklusif.

Guru Bimbingan SMP Islam Athirah 1 Makassar, Fajaruddin S.Pd, menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan dua rangkaian kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menggambarkan dan mengenali kepribadian masing-masing peserta didik. Sehingga pihak sekolah dapat memberikan saran terkait pengembangan diri, gaya belajar serta kepribadian

“Kegiatan ini diadakan dua hari, agar tujuannya dapat tercapai yakni untuk memotret inteligensi, bakat minat serta kepribadian peserta didik” tutur Fajar di akhir kegiatan ini.

Tim Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed