oleh

Dua Wartawan Jakarta Laporkan Oknum Aparat ke Propam

-Berita-687 views
Media Sosial

BARRU POS–Dilansir Balicitizen.com, M. Fiqie Haris Prabowo dari jurnalis media daring Tirto.id, dan Vany Fitria, reporter Narasi TV, hari Rabu (9/10), melaporkan oknum polisi karena intimidasi dan kekerasan yang mereka alami saat meliput demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR, ke Sentra Pelayanan Propam Polri, Jakarta.

Baca Juga:  Berwisata Dalam Konsep Keagamaan
Baca Juga:  Tempat Wisata Favorit untuk Libur Lebaran 2019, Ada di Dusun Alakkang Barru

Keduanya didampingi Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta Erick Tanjung dan LBH Pers.

Kedua korban mempermasalahkan adanya pelanggaran UU Pers yang dilakukan oleh oknum polisi.

“Laporan (diterima, red.) Propam, tapi untuk pidananya belum,” kata Erick di Mabes Polri, Jakarta.

Laporan dengan pelapor M. Fiqie Haris teregister dengan nomor SPSP2/2550/X/2019/Bagyanduan, dengan Brigadir Abdul Rosyad sebagai petugas penerima surat pengaduan, sementara laporan dengan pelapor Vany Fitria teregister dengan nomor SPSP2/2551/X/2019/Bagyanduan.

Sebelumnya, Haris dan Vany, hendak membuat laporan di Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, namun pihak Bareskrim menyarankan agar laporan dibuat di Polda Metro Jaya.

“Kami sudah ke polda, tapi mereka bilang bukan wewenang kami. Kami hari ini ke Bareskrim, malah diminta (buat laporan, red.) ke polda. (Ingin buat, red.) laporan dipersulit. Akhirnya kami ke Propam,” katanya dikutip Antara.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra belum mendapatkan informasi alasan pihak Bareskrim menolak laporan Haris dan Vany.

Menurut dia, untuk pelaporan terhadap anggota Polri aktif merupakan kewenangan Propam Polri.

“Karena kan (yang dilaporkan, red.) personel (Polri, red.) aktif, yang tangani Propam,” kata dia.

Dua laporan yang ditujukan kepada Kadivpropam Polri tersebut berisi pengaduan atas dugaan pelanggaran Pasal 18 Ayat 1 UU Pers yang dilakukan oleh oknum kepolisian.

Sebelumnya, saat meliput aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Haris dipiting oleh oknum polisi. Ia pun dituduh sebagai perusuh kendati sudah menunjukkan kartu pers, sedangkan Vany kehilangan ponselnya karena dirampas polisi dan belum dikembalikan hingga sekarang.

Penulis:Ari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed