oleh

EMLI Indonesia Mengusulkan Dibentuknya Task Force Untuk Menangani Masalah Papua

-Nasional-742 views
Media Sosial

Barrupos.com — Jakarta — Muncul gagasan untuk membentuk Task Force dari community leader yang ada di Papua.

Hal ini diusulkan oleh Koordinator EMLI ( Elemen Muda Lintas Iman), Dr. H. Adyaksa Dault saat konferensi pers di Cikini Menteng Jakarta Pusat, Minggu (01/08/2019) menurutnya, Task Force Community Leader untuk menjadi perpanjangan tangan dan telinga pemerintahan pusat.

“Kami bersahabat dengan semua elemen lintas iman karena kami cinta NKRI. Meski kami berbeda agama dan partai, kami bisa berkumpul bersama. Oleh karena itu, Community Leader itu yang perlu dibina. Task force diberikan kepada asli anak – anak bangsa yang ada di Papua dan Koordinatornya bisa orang Pusat,” jelas mantan Menpora ini.

Ditambahkan Adyaksa, masuk desk Polhukam atau kementerian mana saja yang menjadi desk Task Force. “Kami berharap Pemerintah Pusat dan Pemda Papua mendengar usulan Kami,” tegas mantan Ketua Umum KNPI tersebut saat menyampaikan pernyataan sikap.

Adyaksa Dault didampingi berbagai Lintas Iman, seperti: Viktus Murin ( Sekretaris EMLI), Ronny Abi, Gunawan, Rachel Tuerah, Emanuel Bria , Carlos Paath, Irwan Lalegit, Paulus Doni Ruing, Roger, Subhan Pattimahu dan sebagainya.

“Kami ingin ada juru diplomasi yang handal agar persoalan Papua dapat diselesaikan secara tuntas. Jarak yang sangat jauh dan kurangnya teknologi sehingga ada kesenjangan informasi di Papua juga salah satu faktor pemicu konflik. Penyerapan tenaga kerja kecil yang diisi oleh orang Papua, pekerja banyak yang dari luar wilayah Papua. Kebijakan nasional tentang Papua juga tidak melibatkan orang Papua, hal inilah yang harus dibenahi,” tutur Roger salah seorang anggota Eksponen Muda Lintas Iman Indonesia (EMILI-Indonesia).

“Kita jangan terlibat dan terjebak adu domba.
Kita harus menikmati keanekaragaman beragama. Persoalan Papua adalah persoalan sensitif, kami berharap task force bisa menenangkan di tingkat daerah. Pemimpin-pemimpin yang harus dibina. Bukan sekadar pendekatan keamanan. Bila ingin keamanan baik komunitas leader harus dipegang. Kami adalah keluarga Cipayung, kami masih mempunyai rasa kebersamaan walaupun beda suku dan agama,” pungkas Adhyaksa Dault.
(ayu).

Baca Juga:  KOMPAS : "Segera Ajukan Ke Persidangan Dan Hukum Romy...!"

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed