oleh

Fadli Zon Sarankan Jokowi Ngantor di Papua

-Berita-1.157 views
Media Sosial

BARRU POS —Dilansir dari Balicitizen.com, Kerusuhan di Papua yang masih belum sepenuhnya reda 100 persen membuat Fadli Zon bersuara.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkantor di Papua. Dia membandingkan dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kaporli Jenderal Tito Karnavian yang mulai berkantor di Markas Kodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua.

Baca Juga:  Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra
Baca Juga:  Sanggar A3 Burancie Melaksanakan Kegiatan Aerobic Zumba di Pantai Laguna
Baca Juga:  Warga Keluhkan Tambang, di Sisi Jalan Poros Kabupaten Soppeng

“Saya minta Pak Jokowi segera datang ke sana,” kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9).

Menurut dia, hal itu sekaligus untuk membuktikan atas klaim Jokowi yang telah berhasil membangun infrastruktur di Papua. Dia khawatir warga Papua malah tidak menikmati bangunan beton tersebut.

“Kalau bisa presiden. Presiden kan bolak-balik membanggakan Papua. Tapi ternyata orang Papua merasa tidak puas,” ucap dia.

Dia mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk mempertahankan kesatuan NKRI. Jika Jokowi menerima tantangan itu, ia bisa mengajak bicara para tokoh adat hingga lembaga-lembaga nonpemerintah.

“Tentu kita harus memenangkan hati dan pikiran masyarakat papua,” ujarnya.

Di sisi lain, Fadli menegaskan bahwa gejolak yang saat ini terjadi di Papua merupakan bukti kegagalan Jokowi memenangkan hati dan pikiran rakyat Papua. Pendekatan yang selama ini dibanggakan dengan membangun infrastruktur ternyata tak tepat untuk mengatasi masalah di Bumi Cendrawasih.

“Meskipun sudah mengklaim banyak membangun di sana tapi ternyata banyak fasilitas umum yang dibakar masyarakat yang marah saat kerusuhan di sana,” ujarnya.

Dia mengatakan, cara-cara seperti itu harus segera dievaluasi. Dia khawatir pendekatan semacam itu hanya sebatas pencitraan untuk mendongkrak popularitas.

“Harus bicara dengan tokoh dan masyarakat di sana dari hati ke hati untuk mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat Papua, apakah jalan, pendidikan, kesehatan, atau yang lain,” kata dia menegaskan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed