oleh

Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan Gelar Aksi Solidaritas Pembebesan Penangkapan Peserta Aksi

-Berita-62 views
Media Sosial

Barrupos.com- Makassar, Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan menggelar aksi solidaritas untuk menuntut dibebaskannya pimpinan Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Makassar, Supianto dan massa pengunjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang ditangkap. Sabtu, 24 Oktober 2020.
Dalam aksi unjuk rasa ini, beberapa organisasi mahasiswa serta organisasi massa tergabung dalam aliansi Front Perjuangan Rakyat Sulsel, diantaranya BEM Fakultas Ekonomi UNM, Himpunan Mahasiswa Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNM, Front Mahasiswa Nasional Cabang Makassar, Aliansi Gerakan Reforma Agraraia Sulsel, Pemuda Baru Indonesia, Serikat Perempuan Indonesia, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Kepelatihan Fakultas Ilmu Sosial UNM.

Aksi solidaritas ini dimulai pada pukul 15.30 WITA dan rencananya akan tetap digelar hingga para tahanan yang dimaksud dibebaskan tanpa syarat.
Peserta Aksi berjumlah kurang lebih 50 orang hadir dengan tujuan untuk mendesak Polrestabes Makassar agar segera membebaskan peserta aksi yang ditangkap pasca aksi unjuk rasa yang berlangsung di Depan Gedung Phinisi UNM pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Supriaonto alias Ijul dan 13 tahanan yang ditangkap diduga sebagai pelaku pembakaran ambulans dan juga motor pada saat aksi unjuk rasa tersebut berlangsung.
Peserta aksi menuntut agar Polrestabes Makassar segera membebaskan para tahanan sebab dinilai tidak cukup bukti untuk menjadikan para terduga sebagai tersangka.

Jenderal Lapangan FPR Sulsel, Al Iqbal dalam orasinya mengatakan pemerintahan di bawah Rezim Jokowi-MA merpelihatkan watak fasisnya dengan melakukan penangkapan para pejuang demokrasi.
“Pemerintahan di bawah Rezim Jokowi-MA merpelihatkan watak fasisnya dengan melakukan penangkapan para pejuang demokrasi. Penangkapan, intimidasi, dan kriminalisasi adalah salah satu cara untuk memberangus gerakan rakyat, kawan Suprianto (Ijul) dan beberapa tahanan merupakan salah satu korban dari pembungkaman demokrasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ini Nama-nama 25 Nama Legislator Terpilih di Barru

Sementara itu, salah saru Orator dalam aksi ini, Ramma menyampaikan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Polrestabes Makassar tidak sesuai prosedur dan tidak cukup bukti untuk melakukan penagkapan paksa terhadap Ijul yang disebut tidak berada di lokasi aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang berujung bentrok tersebut.
“Penankapan yang dilakukan oleh Polrestabes Makassar tidak sesuai prosedur dan tidak cukup bukti untuk menangkap paksa kawan Ijul, sebab kawan Ijul tidak ikut dalam aksi bentrokan” ucap Ramma.

Sumber : Yuspiansar

Tim Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed