oleh

Jembatan Penghubung Sultra dan Sulteng Amblas, 5 Kecamatan Terisolasi

-Berita-1.482 views
Media Sosial

Barru Pos – Banjir yang terjadi sejak 2 Juni lalu menyebabkan sejumlah akses publik terganggu. Bahkan jembatan Asera di Konawe Utara amblas, akibatnya akses jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Sultra dan Sulteng terputus.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KonaweUtara, Djasmiddin, mengatakan peristiwa amblasnya jembatan itu, membuat ribuan masyarakat di lima kecamatan yakni, Kecamatan Asera, Oheo, Landawe, Langgikima dan Wiwirano terisolasi.

“Curah hujan yang terus melanda daerah ini membuat debit air di areal jembatan Asera spontan naik drastis sampai 10 meter dari kondisi semula hingga masuk ke badan jembatan membuat bagian jembatan Asera atau bangunan penyanggah) antara jalan dan jembatan amblas,” katanya seperti dilansir dari kantor berita Antara, Senin (10/6).

Bupati Konawe Utara, Ruksamin, mengaku telah mengerahkan seluruh personil Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengevakuasi masyarakat atas banjir bandang susulan yang terjadi di wilayahnya.

“Kami terus berupaya bersama seluruh jajaran terkait untuk membantu masyarakat atas musibah yang di alami dan terus membangun koordinasi dan komunikasi ke berbagai pihak memberikan bantuan kepada warga yang terdampak musibah banjir,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara, menyebutkan bahwa titik lokasi banjir di daerah itu terus meluas hingga sat ini mencapai 13 desa.

Dikatakan, 13 titik yang terendam banjir yakni di Desa Tambakua, Langgiwo, Polora Indah, Sabandete, Mopute, Longeo, Tapuwatu, Walalindu, Alawanggudu, Puuwanggudu, Labungga, Laronanga dan Kelurahan Lino Moio.

Ke 13 desa tersebut berada di Kecamatan Langgikima, Asera, Oheo, Landawe, dan Andowia.

Redaksi: Barrupos.com

Baca Juga:  Dukung Kerja Wartawan barrupos.com PLTU Barru Berbagi Baju Kaos

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed