oleh

Kader NU dan PMII Barru Akan mendatangi Ketua Tanfdiziyah NU Barru

-Berita-1.417 views
Media Sosial

Barru Pos–Puluhan kader NU yang tergabung dalam IKA (Ikatan Alumni) PMII Kabupaten Barru melangsungkan ngopi bareng dan diskusi di Cafe AA. Ahad 9 Juni 2019.

Dalam rangka membincang program strategis PMII ke depan, membahas internal NU Barru secara keseluruhan dan berencana dalam waktu dekat akan sowan ke kediaman Ketua Tanfidziyah NU Barru.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah poin-poin kritis terkait permasalahan serius terkait internal NU Barru. Muhammad Ishak inisiator ngopi bareng sekaligus Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dalam pemaparannya menyebutkan bahwa

“PMII wajib mempertanyakan eksistensi kelembagaan NU Barru hari ini. Terlebih, selama ini gaung NU di Barru jarang keliatan, bahkan praktis tidak ada. Program-program kerja dan roda organisasi seperti tidak jalan. Yang paling menyedihkan, PMII yang notabene sebagai anak kandung yang lahir dari rahim NU itu sendiri kurang mendapatkan perhatian. Mestinya NU dan PMII di daerah itu harus selalu bersinergi bukan sebaliknya apalagi ini antara anak dan bapak.

Senada dengan itu, Herdiansyah selaku Ketua Umum PMII Cabang Barru menyebut prihatin atas permasalahan yang dihadapi NU Barru. “PMII di Barru selama ini sedang gelisah melihat NU seperti berjalan ditempat. Barangkali ini adalah ungkapan hati sang anak untuk orangtuanya.

Bahwa sejak awal, kami di PMII selalu menunggu dan menginginkan supaya selalu ada diskusi. Tentunya, sebagai anak, kami di PMII selalu terbuka untuk mendengar masukan-masukan, arahan-arahan, siap membantu program-program kerja dan membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi.

Latuo Tawakkal selaku Ketua Umum pertama PMII Barru mengakui sangat prihatin mengenai hal ini. “Sudah lama ada upaya untuk berkumpul dan membahas internal NU Barru namun baru kali ini terealisasi. Sudah sepatutnya PMII harus menyakan hal yang menjadi tema diskusi malam ini. Jika PMII bertanya ke orangtuanya itu hal yang wajar. Karena, satu-satunya organisasi yang dilahirkan dari kandungan Nahdlatul Ulama yang kritis itu cuma PMII meskipun secara keorganisasian PMII tidak lagi dibawah naungan struktural NU tapi garis kultural tetap mengalir di tubuh PMII. Ini bukan berarti kurang ajar tapi mungkin ini adalah surat cinta anak untuk orangtuanya.

Baca Juga:  Komisioner PPK Kecamatan Segeri Kunjungi Polsek Segeri

Olehnya itu, upaya ini harus kita dukung untuk kebaikan bersama terkhusus untuk banom-banom NU secara keseluruhan, kalau perlu PMII harus mendorong NU Barru untuk terus membuat program kerja terutama mengenai kajian keaswajaan yang menjadi pondasi utama NU.

Hasil diskusi dalam acara ngopi bareng tersebut memutuskan akan bertemu langsung Ketua Tanfidziyah NU Barru di kediamaannya pada lusa Rabu 12 Juni mendatang. Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh-tokoh NU Barru, pembesar-pembesar PMII Cabang Barru dan Komunitas GUSDURian Barru.

Reporter: Rahmat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed