oleh

Klarifikasi: Kapolres Barru Membantah Mengintimidasi Warga dan Kades Terkait Reklamasi Kupa

-Berita-3.116 views
Media Sosial

Barru Pos–Direktur wahana Lingkungan Hidup WALHI Daerah sulawesi Selatan Muhammad Al Amin mengatakan meminta kepada aparat Kepolisian terkhusus Kapolres Barru, AKBP Burhaman, agar menghentikan segala bentuk Intimidasi terhadap warga Desa Kupa, maupun Kades Kupa Suardi terkait reklamasi.

Kami dari Kapolres Barru, Klarifikasi berita yang dimuat Walhi melalui media online, Barru dalam hal ini membantah itu pernyataan walhi tidak benar dan mengecam keras berita yang dimuat Walhi di media online.” ucap Kapolres Barru AKBP Burhaman, melalu rilisnya Via WA.

“Kami selaku Kapolres Barru tidak pernah memerintahkan anggota kami untuk mengintimidasi masyarakat Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, maupun Kepala Desa Kupa.” katanya Kapolres Barru.

Sebelumnya Direktur wahana lingkungan hidup (WALHI) daerah sulawesi selatan, Muhammad Al Amin, meminta kepada seluruh aparat kepolisian terkhususnya kapolres Barru untuk segera menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap masyarakat terutama kepala desa kupa.

Polemik intimidasi ini bukan hanya satu kali yang dialami oleh kepala Desa Kupa, hal ini sering dirasakan oleh kepala desa atas nama Suardi, selama proyek reklamasi berjalan sikap kapolres Barru tidak mencerminkan sebagai penganyom masyarakat melainkan sebagai aktor utama dalam proses intimidasi melalui anak buahnya.
Posisi jabatan sebagai kapolres kami menduga dimanfaatkanp untuk kegiatan yang meresahkan masyarakat yang seharus tidak diperlihatkan didepan publik.

Kemudian dilain sisi, Kepala Devisi Advokasi dan Bantuan hukum dan HAM PBHI Sulsel, Syamsumarlin mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak Kepala Desa Kupa dan warga setempat juga sering didatangi oleh anggota kepolisian dari Polres Barru bahkan di saat malam hari dan cenderung mendapat perlakuan intimidasi hingga merasa terancam dan tertekan.

Baca Juga:  Besok Malkan Amin Akan Mendapatkan Rekomendasi dari DPP Partai Golkar

Oleh karena itu, maka pihak Polda Sulsel harus mengambil sikap tegas atas kasus tersebut.

“Jika benar tindakan-tindakan itu dilakukan oleh aparat kepolisian apalagi seorang perwira maka jelas dia telah mengingkari sumpahnya sebagai pengayom masyarakat dan telah mengkhianati amanah yang diberikan oleh rakyat melalui negara kepada aparat tersebut”

PBHI Sulsel juga akan melakukan pendampingan hukum terhadap warga Kupa dan melakukan upaya-upaya strategis untuk melindungi warga dari tindakan-tindakan yang mengancam ketenangan dan ketentraman warga, bahkan akan melaporkan kasus tersebut hingga ke Polda Sulsel.

Tim Redaksi Barrupos.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed