oleh

Kejati Sulsel Priyambudi Jadi Narasumber Pendidikan Anti Korupsi

-Berita-435 views
Media Sosial

MAKASSAR – Kepala Bagian Tata Usaha Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Priyambudi menjadi narasumber di Dialog Publik yang bertajuk “Pendidikan Anti Korupsi sebagai Upaya Mewujudkan Revolusi Budaya” di Kopizone, Boulevard, Makassar, Kamis (12/12/2019).

Mengawali pembicaraannya, Priyambudi menjelaskan Pendidikan Anti Korupsi merupakan sebuah gerakan budaya.

“Pendidikan anti korupsi merupakan gerakan budaya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, sebab dalam menangani korupsi bukan hanya fokus pada pemberantasannya,” katanya.

Menurutnya, kalau hanya memenjarakan pelakunya itu sekedar menambah koruptor, dibutuhkan pencegahan agar uang Negara tetap terjaga.

“Untuk menyelesaikan permasalahan korupsi jujur saja Negara tidak akan sanggup bertindak sendiri, dibutuhkan partisipasi dari berbagai elemen Bangsa. Mulai dari negara, masyarakat dan termasuk Middle Class (kelas menengah) yaitu kaum terpelajar,” ucap Priyambudi.

Di akhir penyampaiannya, Priyamdibudi pun mensupport dan mengapresiasi para pemuda yang menyelenggarakan kegiatan dialog ini.

Dialog publik yang dipandu langsung oleh Ariadi R, salah satu dari sekian penggiat literasi dan Alumnus UIN Alauddin Makassar mampu menghidupkan suasana diskusi dan memancing para narasumber lebih serius menyampaikan materinya.

Selain dari pihak Kejati Sulsel, juga hadir Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono dan Pengurus DPD KNPI Sulsel Syamsul Bahri menjadi narasumber pada dialog tersebut.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono memaparkan dan memberi penyadaran bagi peserta dialog terkait proses, fenomena serta jenis-jenis korupsi yang terjadi.

Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengajak seluruh elemen pemuda dan masyakarat Kota Makassar untuk sama-sama memberantas korupsi.

Ia pun mengingatkan, sejak dini agar mampu menanamkan nilai-nilai integritas bagi para pemuda untuk menjadikan korupsi sebagai musuh besar dalam diri dan bangsa Indonesia.

“Semakin kita mencari kasus korupsi itu, pasti semakin banyak yang akan ditemukan, olehnya itu pencegahan harus diprioritaskan daripada terus-menerus kita melakukan pemberantasan, salah satunya dengan menjaga integritas diri,” jelasnya.

Baca Juga:  Siswa SMAN 21 Makassar, Nonton Bareng Sambil Belajar Sejarah

Sementara itu, perwakilan dari DPD KNPI Sulsel, Syamsul Bahri menyebutkan untuk mewujudkan Revolusi Budaya Korupsi maka mesti dimulai dari elemen paling dasar, yaitu mesti adanya transparansi anggaran Negara.

“Untuk mewujudkan Revolusi Budaya maka mesti kita pangkas mulai dari dasar, ya salah satunya dengan adanya transparansi anggaran Negara mulai dari tingkat pusat sampai ke pelosok daerah,” ujarnya.

Dialog ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Alternatif Pemuda (FORMAL) Sulsel dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional yang tiap tahunnya diperingati pada 09 Desember.

Sebagai penutup dialog ini, Formal Sulsel menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh narasumber.

Ketua Umum Formal Sulsel, Usman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh narasumber.

“Terima kasih atas kehadirannya. Formal Sulsel akan selalu menjadi mitra kritis bagi pemerintah dan seluruh stakeholder,” ucapnya.

Laporan: Alam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed