oleh

Keluarga Pratu Anumerta Zul Ansyari Anwar Tulis Surat Terbuka Ke Presiden Joko Widodo

-Barru-506 views
Media Sosial

BARRUPOS.COM:BARRU- Keluarga Pratu (Anumerta) Zul Ansyari Anwar di Kabupaten Barru tulis Surat Terbuka ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui laman Facebook Arif Pabiseang, Minggu (5/9/2021).

Pratu (Anumerta) Zul Ansyari Anwar adalah salah satu korban yang gugur pada penyerangan sekira lebih dari 40 orang Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) Papua di Pos Koramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat, Maybrat, Papua Barat dan telah dikebumikan di kampung halamannya, Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu malam.

Berikut bunyi Surat Terbuka dimaksud,

Surat Terbuka Untuk Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo….

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya berdoa semoga bapak presiden selalu dalam perlindungan Allah SWT bersama keluarga dalam memimpin negara besar INDONESIA…

Yang Mulia Bapak Presiden….
Dukacita menyelimuti kampung kami di kabupaten Barru, setelah kabar dari Papua mengkonfirmasi gugurnya salah seorang putra terbaiknya Pratu Sul Ansyari Anwar pada penyerangan oleh lebih dari 40 orang Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) di Pos Koramil Kampung Kisor, Distrik Aifat, Maybrat, Papua Barat pada Kamis dini hari, saya yakin laporan ini lebih cepat sampai kepada bapak dibanding kami di kampung kecil ini….

Bapak Presiden Yang Terhormat….
Terimakasih mendalam atas upacara penghormatan dari negara untuk Pratu Anumerta Sul Ansyari Anwar, tidak banyak yang mendapatkan itu dan akan kami patrikan dalam hati sebuah prosesi indah dan semoga menjadi akhir yang mulia bagi Almarhum….

Pak Presiden….
Sesaat setelah menerima kabar gugurnya Pratu Sul Ansyari saya menelpon ayahnya yang bernama Pak Anwar, menyampaikan dukacita mendalam namun seuntai kalimat singkat jawaban beliau sungguh melambangkan betapa ikhlasnya laki-laki setengah baya itu menerima kabar anaknya, dalam bahasa Bugis beliau berkata “eloni iyagai ndi, tugas negara” (saya mau berbuat apa itu tugas negara), saya justru yang menangis pak Presiden mendengar itu semua….

Baca Juga:  Bantu Siswa Siswi Proses Belajar Secara Daring, Koramil Jajaran Kodim 1405/Mlts Lakukan ini

Bapak Presiden….
Jasad sudah kalang tanah tapi harapan tidaklah pernah mati, ternyata sebelum ajal menjemput almarhum mendorong adiknya untuk mendaftar mengikuti SELEKSI Tentara Nasional Indonesia mengikuti jejaknya, AENUL (nama sang adik) mendaftar sebagai CALON BINTARA di KODAM XIV HASANUDDIN dan pesannya sebelum ajal menjemput “jangan putus asa adekku bila kau gagal berusaha kembali, jika kau terpuruk maka bersegeralah bangkit, saya yakin tahun ini kamu sudah lulus”….

Saya pribadi beserta seluruh keluarga almarhum sangat berharap dengan kekuasaan yang ada ditangan bapak bisa MEMBANTU untuk mewujudkan harapan itu, cita-cita luhur agar keluarga sang prajurit dapat terselamatkan, sebelum gugur Pratu Sul Ansyari Anwar adalah tulang punggung keluarga, ayahnya hanya petani penggarap dan ketiga adik-adiknya masih membutuhkan biaya hidup yang kesemuanya terbebankan ke Sul Ansyari….

Pak Presiden….
Pak Anwar telah menyerahkan semuanya demi negara, beliau ikhlas meski saat jenazah datang sebagai manusia ia pun harus terkulai lemas, airmatanya benar-benar tumpah bersama anak-anaknya yang lain, airmata kehilangan bukan airmata penyesalan, laki-laki tua itu tahu resiko menjadi pembela negara bahwa setiap saat nyawa menjadi taruhannya…

Pak Jokowi….
Semoga surat ini ada yang menyampaikan ke bapak, sebuah pengharapan besar dari kami yang bersimpati dengan keluarga Pratu Anumerta Sul Ansyari Anwar, kami tidak berharap guyuran bonus seperti para peraih medali Asian Games dan Olimpiade, kami hanya berharap adik dari sang Pahlawan bisa menjadi ANGGOTA TNI menggantikan kakaknya menjadi tulang punggung keluarga…

Pak Presiden….
Semoga Allah SWT segera membebaskan negara kita dari pandemi Covid19

Hormatku Rakyatmu
ARIF PABISEANG.

(Sudi)

Komentar

News Feed