oleh

Ketua Ormas Laki Barru, Nilai Retribusi Pasar Tradisional Diduga Sarat Pungli

-Berita-680 views
Media Sosial

BARRU POS—Kebijakan Pengelolah Pasar sentral Mattirowalie, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Sangat merugikan pedagang yang ada didalam pasar.

Salah seorang Pedagang didalam ,Bunga yang ditemui Ketua Ormas Laki, Minggu (01/12/2019) mengeluhkan kebijakan tersebut, karena banyak pedagang buah, Sayuran dan pedagang Parfum diluar pasar tidak dkenakan biaya.Sementara didalam pasar selalu membayar iuran bulanan.” jelasnya Bunga.

Baca Juga:  Peresmian Masjid Al Ikhlas Polres Pangkep yang dirangkaikan Buka Puasa Bersama

Terkait adanya kebijakan hal itu omset kita didalam pasar menurun drastis pak dan kadang merugi.” ungkapnya Bunga.

Ketua Ormas Laki DPC Barru Andi Agus yang memantau langsung dipasar mengatakan hal tersebut, diduga Pengelolah pasar Konkalikong dengan Pedagang yang ada diluar Pasar diduga sarat dengan Pungli.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Ingin Seluruh Desa Dapat Segera Menikmati Listrik

Karena disamping tidak memiliki SKRD sebagai Pendapatan Daerah, juga Trotoar ditempati berjualan dan sangat mengganggu pejalan kaki, mereka hanya berhubungan dengan Pihak pengelolah dan membayar sejumlah uang yang disetorkan tiap sore hari.” paparnya Andi Agus.

Olehnya itu Ketua Ormas Laki Andi Agus meminta kepada pihak Bapenda dan Satpol PP Barru agar segera menertibkan pedagang yang ada luar pasar.” harapnya.

Baca Juga:  Pernah Beritekasi dengan Korban Meninggal Corona, 7 Warga di Barru Dalam Pemantauan

Karena disamping meresahkan dan merugikan Pedagang yang ada didalam pasar juga diduga sarat dengan Pungli.

Sumber: Ketua Ormas Laki Barru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed