oleh

Kiai Naja, Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Rais Syuriah PWNU Sulsel

Media Sosial

BARRUPOS | Makassar – Pengurus Harian Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama melaksanakan rapat pengurus harian Syuriyah yang terdiri dari Wakil Rais, Khatib dan Wakil Khatib di Rumah Makan ulu juku Selasa, 25/5.

Hadir dalam pertemuan yang terdiri para ulama yang memberikan pandangan terkait pengisian posisi Rais Syuriyah yang ditinggalkan AGH. Muh. Sanusi Baco. Lc. Dalam pandangan tertulis KH. Kaswad Sartono selalu Wakil Rais Syuriyah bahwa kondisi yang kita alami ketika Rais Syuriah berhalangan tetap, sebaiknya diqiyaskan pada saat pemilihan Rais Aam PBNU, yaitu Wakil Rais Aam yang ada dibawahnya, maka untuk itulah Al-Mukarram Prof. KH. Najamuddin sudah pas untuk menempati Rais Syuriah.

Wakil Rais Syuriah Dr Andi Aderus memberikan masukan terkait Rais Syuriah nantinya adalah pemersatu, sehingga Rais Syuriah sebaiknya tidak merangkap jabatan, mungkin sebaiknya beliau independen dan secara ke aliman ilmu sangat mendukung, ujar akademisi UIN Alauddin ini.

Disisi lain Prof. Kadir Ahmad, Rais Syuriah adalah koordinator, makanya selepas Anregurutta KH. Muh. Sanusi Baco. Lc perlu dilakukan transformasi Syuriyah, bahwa kepakaran dan keilmuan ulama itu berbagai macam, untuk itu Syuriah ke depan membagi rata peran keulamaan. Harap peneliti utama Litbang Kemenag Makassar.

Senada Wakil Rais Syuriah KH Andi Abdul Hamzah mengungkapkan, “Gerakan dakwah Ulama NU yang tergabung di Syuriyah perlu di giatkan kembali, dan perlu kembali diintensifkan kajian Bahtsul Masail untuk menjawab permasalahan umat dewasa ini.

Dari berbagai pandangan rapat harian Syuriyah PWNU Sulsel semuanya sepakat meminta kesediaan Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa. MA sebagai Rais Syuriah PWNU Sulsel.

Setelah diminta kesediannya sebagai Rais Syuriah PWNU Sulsel, Prof Dr KH Najamuddin mengungkapkan, Banyak yang menanyakan ke saya terkait pengganti Rais Syuriah, saya hanya memberikan jawaban sesuai mekanisme dan aturan yang ada, jangan paksa saya jika berlawanan dengan aturan dan mekanisme yang ada.

Baca Juga:  Damkar Kota Parepare Apresiasi Pemkot Bentuk Posko Terpadu

“Tentunya amanah ini cukup berat, apa masukan yang lahir dari pertemuan ini saya akan melaksanakan kepemimpinan yang kolektif di syuriah.”

Syeikhul Ma’had Pesantren An Nahdlah Makassar ini mengungkapkan, ke depan perlu kembali kita aktifkan forum bahtsul masail sebagai forum untuk mengkaji secara mendalam dan memberikan jawaban persoalan-persoalan keumatan dewasa hari ini.

Saya terpilih ini kecelakaan, karena terlanjur masuk di jajaran syuriah karena ini amanah alim ulama yg hadir, Insya Allah saya akan lanjutkan amanah Anregurutta KH Muh Sanusi Baco sebagai tanggung jawab saya sebagai seorang murid dan kita yag hadir disini adalah murid-murid gurutta. Tutupnya

Komentar

News Feed