oleh

KUA Mallusetasi Adakan Pembimbingan Penyelenggaraan Jenazah di Desa Nepo

-Agama-72 views
Media Sosial

Barrupos.com, Rabu, 11 november 2020, pukul 12.30 wita di Kantor Desa Nepo Kecamatan Mallusetasi, rombongan dari KUA Mallusetasi mengadakan sosialisasi dan pembimbingan penyelenggaraan jenazah bagi warga masyarakat setempat. Mengingat masih minimnya pengetahuan bagi masyarakat khususnya Desa Nepo terkait masalah proses penyelenggaraan jenazah, sehingga pihak dari KUA Mallusetasi bekerja sama dengan pihak pemerintah Desa Nepo berinisisasi melaksanakan kegiatan yang bersifat urgen dalam hal ini adalah penyelenggaraan jenazah.

Hadir dalam acara tersebut adalah pihak pemerintah Desa dan warga masyarakat setempat, dalam kegiatan tersebut yang menjadi instruktur dan narasumber utama adalah ustadz Abd. Rahman Awam, S.Pd.I (penghulu KUA Mallusetasi) dan ikut juga beberapa penyuluh Agama lainnya, diantaranya adalah;Ustadz Said, S.Ag, Ustadz H. Arifuddin, S.E, ustadzah Rafiah, S.Ag, ustadzah Aryani, S.Ag dan ustadzah A. Mujibah Saenong, S.Pd.I.


Dalam kegiatan tersebut masyarakat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh narasumber/pembicara utama, dikarenakan disela-sela materi yang disampaikan terkait masalah praktik memandikan, mengkafani dan mengshalatkan jenazah, dan tentu juga ada nilai humoris yang terselip dalam paparan pemateri, sehingga audiens sangat terlihat bersemangat dan antusias dalam kegiatan ini.

Salah satu TUFOKSI kita sebagai penyuluh agama adalah mengsosialisasikan penyelenggarakan jenazah. Menyelenggarakan jenazah adalah suatu kegiatan yang dilakukan terhadap seseorang yang telah meninggal dunia. bagi umat Islam, penyelenggaraan jenazah terdiri atas memandikan, mengafankan, mengshalatkan, dan memakamkan jenazah tersebut.

Pengurusan jenazah umumnya dianggap sebagai hal yang tabu dan mengerikan. Tidak banyak orang yang memahami bagaimana menangani jenazah sejak awal, terutama sejak seseorang sakit dan mendekati ajalnya.

Selama ini, masyarakat umumnya mempercayakan pengurusan jenazah kepada pengurus Masjid, yang dianggap paham untuk mengurusi jenazah. Masyarakat jarang memahami hal itu. Minimnya pemahaman masyarakat tersebut, menurutnya, karena syiar terkait tata cara pengurusan jenazah tidak disampaikan oleh pengurus Masjid dan pengetahun pengurus Masjid selama ini terbatas hanya untuk dirinya sendiri dan untuk penyelenggara pengurusan jenazah saja.

Baca Juga:  Masjid Jogokariyan dan Masjid Kurir Langit, Rujukan Nasional Dalam Pengelolaan Masjid

Di samping itu, tidak sedikit ustadz-ustadzah yang belum memahamai tata cara terkait itu dari awal hingga akhir. Sehingga, dakwah syiar terkait pengurusan jenazah yang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW tidak tersampaikan kepada masyarakat.

Padahal, menurut penulis berita ini Muhammad Fadli, salah seorang penyuluh Agama Islam Kecamatan Mallusetasi, bahwasanya pengurusan jenazah adalah hal yang penting diketahui oleh masyarakat. Khususnya bagi umat Islam, penting mengetahui dan memahami tata cara pengurusan jenazah yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Manajemen kematian sangat diperlukan. Ada hal-hal yang banyak belum dipahami yang harus dilakukan pertama kali saat seseorang menghadapi orang yang meninggal dunia,” kata Muhammad Fadli.

Dalam Islam, pengurusan jenazah hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan, namun apabila sudah dikerjakan oleh Muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Semakin banyak penyelenggara pengurusan jenazah, Muhammad Fadli mengatakan hal itu menandakan semakin baik. Artinya, jenazah bersangkutan memliki kerabat dan silaturrahmi yang baik. Sementara yang datang bertakziah atau menghadiri kematian juga akan memperoleh pahala. Karena itulah, Muhammad Fadli senantiasa mengajak, masyarakat Mallusetasi pada umumnya untuk tidak perlu takut ikut dalam keterlibatan pengurusan jenazah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed