oleh

Kuasa Hukum Warga Dusun Bunne Mendatangi Kantor BPN Barru Terkait Surat Permohonan Pembatalan Sertifikat

Media Sosial

BARRUPOS.COM:BARRU- Puluhan Warga Dusun  Bunne, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja ,Kabupaten Barru mendatangi Kantor Badan Pertanahan Negara(BPN)kabupaten Barru(28/9/2020)

Mereka bersama dengan Kuasa hukumnya, Makmur, SH serta beberapa anggota forum LSM Kbu. Barru. Tujuannya tak lain untuk mempertanyakan tindak lanjut surat yang telah di masukkan beberapa waktu yang lalu terkait permohonan pembatalan sertifikat tanah dengan pemilik RD dimata air Cinpureng Wae Btto Sajang Dusun Bunne.

“Jadi untuk sekarang sementara dalam tahapan penelitian berkas, itu dalam rangka untuk bahan bagian sengketa mempersiapkan petunjuk dan pertimbangan hal itu untuk menyertai berkas dikirim (Kantor Wilayah (Kanwil) Sulsel,”ucap Makmur,SH kuasa hukum warga saat ditemui usai mendampingi warga di Kantor BPN Barru senin sekitar pukul 10:05 WITA(28/9/20)

Lanjut Makmur, Kami berharap kepada BPN Barru agar pengajuan permohonan pembatalan sertifikat di proses secepatnya karena masyarakat sangat menanti hal itu.

Sementara itu seorang warga AR (52) yang ikut dirombongan menuturkan,
“kami sudah sekitar 4 bulan lamanya kami tidak bisa lagi menikmati air , semenjak adanya masalah di sumber mata air tersebut,”kata warga ke media dengan raut muka sedih.

Ia juga menambahkan, apa lagi bukan hanya saya sendiri yang mersakan hal tersebut, tapi banyak, kalu tidak salah sebanyak 170 kepala keluarga(KK) yang mersakan nasib yang sama dengan saya.

Sebelumnya di beritakan Babarapa Warga Dusun Bunne, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, mengalami kekurangan air bersih terutama untuk keperluan sehari-hari.

Salah seorang warga Dusun Bunne yang dikonfirmasi pada Rabu (9/9) Ansar, mengatakan bahwa Beberapa tahun yang lalu Pemkab Barru membangun bak air yang sumber mata airnya dari gunung Botto Sajang. Pada awalnya bak mata air yang dibagun oleh Pemkap tersebut dapat mengaliri dan memenuhui kebutuhan beberapa kepala keluarga (KK) di Dusun Bunne dan sekitarnya.

Baca Juga:  Kapolsek Segeri Beri Bantuan Berupa Kitab Suci Al Quran Kepada Pengurus Masjid Jami Baiturrahman

Menurut Ansar, permasalahan timbul karena adanya pengusaha air galon berinisial RDW membangun usaha air galon yang mana usahanya tersebut menggunakan sumber air yang dari Botto Sajang, pengusaha ini membuat saluran mata air yang langsung dari sumber mata air Botto Sajang.

Sementara itu, Pemilik lahan tempat sumber mata air tersebut berada, Ridwan menjelaskan bahwa, kekurangan debit air di sumber mata air di Botto Sajang bukan karena semata mata disebabkan oleh adanya usaha galon yang dimilikinya, namun lebih disebabkan karena musim kemarau.

“Sumber mata air yang dipermasalahkan oleh warga berada diatas lahan kami yang bersertifikat, dan sudah dimamfaatkan oleh warga selama bertahun tahun dan baru sekarang mengalami kekurangan debit air, karena disebabkan oleh musim kemarau,” kata Ridwan, di salah satu Warkop di Barru, pada Senin (14/9).

Lagi pula kata Ridwan, disumber mata air tersebut, bukan hanya saya pengusaha galon yang memamfaatkan sumber mata air itu, tapi masih ada satu pengusaha galon lain yang mengambil air.

“Saya kira sebagai pemilik lahan, wajar wajar saja kalau saya memamfaatkan sumber mata air tersebut untuk usaha. Cuma pada saat sekarang ini, kami sebagai warga disini memang mengalami kekurangan air bersih karena musim kemarau”, ungkapnya.

(Tim Barrupos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed