oleh

Lima Tahun Jadi Wali Kota, Danny Pomanto Tingkatkan Ekonomi Kota Makassar

-Berita-1.498 views
Media Sosial

Makassar, BarruPos – Selama menjabat Walikota Makassar periode 2014-2019 Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto, MM., berhasil meningkatkan perekonomian Kota Makassar, dan kami telah melakukan berbagai capaian kerja yang cukup baik selama periode ini. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang meningkat hingga angka pengangguran yang menurun.

Bukan hanya itu, oria yang akrab disapa Danny Pomanto ini berhasil menyabet 178 penghargaan selama satu periode jabatannya.

Hal ini di sampaikan dalam Pidatonya di Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ tahun anggaran 2018, dan LKPJ akhir masa Jabatan Wali Kota, di Gedung DPRD Kota Makassar, Jum’at, (12/04/19), Danny mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Makassar terus bergerak naik dan berada di atas rata-rata nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan.

Capaian itu memang fantastis, jika dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 7.07 persen, dan Nasional sebesar 5,15 persen.
Pertumbuhan ini bisa dikatakan dalam posisi membanggakan bagi Makassar.

“Pada tahun 2014, ketika pertama kali kami menjabat, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar berada di angka 7,39 persen. Saat ini ekonomi Kota Makassar tumbuh 8,23 persen dan diperkirakan berada pada kisaran 8,2 sampai 8,4 persen untuk tahun 2019 ini,” ungkap Danny.

“Tentu tidak mudah menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten untuk terus bergerak di tengah-tengah perlambatan ekonomi global, dan regional yang terjadi pada belakangan ini,” pungkasnya.

Selain itu, jumlah uang yang beredar sebagaimana nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada 2018 diproyeksikan sebesar Rp.160.76 Triliun lebih. Angka itu mengalami peningkatan dengan nominal sebesar Rp. 60 triliun lebih dari tahun 2014, yaitu sebesar Rp. 100,39 triliun lebih atau meningkat 60,13 persen.

Baca Juga:  Cegah Penularan, 34 Pegawai Kejaksaan Negeri Barru Jalani Rapid Test

Pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan provinsi Sulawesi Selatan selatan dengan kontribusi ekonomi sebesar 34,17% atau lebih dari 1/3 dari total indeks ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan. Bahkan, pada lingkup Pulau Sulawesi posisi Kota Makassar juga sangat sentral dengan kontribusi ekonomi sebesar 25,37 persen, atau 1/4 dari total ekonomi di Pulau Sulawesi,” jelasnya.

Selain itu jumlah uang yang beredar sebagaimana nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2018 diproyeksikan sebesar Rp.160,76 triliun lebih. Kondisi ini meningkat sebesar Rp.60 triliun lebih dari tahun 2014, yaitu
Tidak mengherankan jika kemudian Kota Makassar menjadi penyangga utama perekonomian Sulawesi Selatan dengan kontribusi mencapai 34,17 persen atau lebih dari 1/3 ekonomi Sulawesi Selatan.

Di lingkup Pulau Sulawesi sendiri, posisi Kota Makassar sangat sentral dengan kontribusi ekonomi sebesar 25,37% atau 1/4 dari total ekonomi di Pulau Sulawesi.

Danny menambahkan, bahwa naiknya PDRB Makassar juga berimpplikasi pada meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Kota Makassar, yaitu diproyeksikan pada tahun 2018 sebesar Rp. 108,04 juta lebih dari sebelumnya pada 2014 senilai Rp.70.25 juta lebih atau meningkat 53,81persen.

Dia menyebutkan seluruh data tersebut memperlihatkan kinerja makro pembangunan yang meningkat signifikan.

Ekonomi makro pembangunan yang meningkat secara akseleratif dalam lima tahun terakhir.

Pencapaian tersebut tentu juga disertai dengan beberapa catatan penting yang perlu untu diperbaiki ke depannya, seperti halnya pengurangan jumlah pengangguran.

Terima kasih atas segala kritik, saran, hingga Do’a atas kepemimpinan kami dalam periode ini. Semoga Makassar terus menjaga trend prestasi yang ada di periode ini dengan berhasil mengumpulkan total 178 penghargaan.

“Jangan biarkan Makassar mundur lagi,” tutup Danny Pomanto.

Reporter:  Tomy/Aziz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed