oleh

Madrasah Diniyah Awaliyah Ma’arif Kampung Baru Jawaban Kebuntuan Wawasan Keagamaan

-Berita-2.001 views
Media Sosial
Barru Pos-Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) ma’arif NU kampung Baru Palanro adalah salahsatu madrasah diniyah dibawah binaan Nahdatul Ulama Kabupaten. Barru yang berdiri sejak 10 maret 2014 yang didirikan oleh seorang Pemuda yang bernama Muhammad Fadli Alimuddin, Alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso.

Saat ini beliau sedang menyelesaikan studinya pada Program Doktoral di Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), Madrasah tersebut dibina oleh 3 orang pengajar diantaranya adalah 1. Zokhra Yahya, S. Pd.I, 2. Harini Samad, S. Pd, 3. Hadiana Abidin, S. Pd, semuanya berkualifikasi pendidikan yang cukup mumpuni dibidang keagamaan.

Jumlah santri yang dibina di MDA teesebut sekitar 74 santri, dan sudah melahirkan sekitar 23 alumni yang berijazah. Kepala MDA (Muhammad Fadli Alimuddin) berharap suatu saat para santri ini akan berkontribusi pada multisektoral, khususnya di bidang keagamaan di Kabupaten Barru.

Muatan mata pelajaran di Madrasah tersebut diantaranya adalah (Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Islam, Aqidah, Akhlaq dan Al Qur’an Tajwid),

Sementara ekstrakurikulernya adalah (Barazanji dan Training Dakwah). Beliau Fadli, mengatakan jika pondasi sejak dini mestinya harus diperkuat dengan adanya lembaga atau Madrasah yang akan menopang keutuhan wawasan keagamaan saat ini.

Seiring perkembangan zaman dan ilmu Pengetahuan dan Teknologi begitu pesat dan sangat cepat maka kita butuhkan filter khusus agar dapat membendung era globalisasi yang senantiasa mengancam masa depan generasi Bngsa saat ini.

Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh santri-santri MDA Kampung Baru Palanro diantaranya adalah: Juara 1 lomba Pildacil 2014, juara harapan 1 lomba hafalan juz amma 2014, juara 1 lomba pildacil 2015, juara 1 lomba hafalan juz amma 2015, juara 1 Lomba Pildacil 2017, juara 1 lomba pildacil 2018 semuanya tingkat kabupaten Barru.

Baca Juga:  Bantu Gugus: Ormas PP dan INDIKA Foundatior Deklarasi Gerakan Gotong Royong

Menariknya pada Madrasah ini adalah apabila setiap bulan suci ramadhan maka santri-santriwati mendapatkan tugas untuk tampil membawakan ceramah disetiap masjd-masjid di kecamatan Mallusetasi bahkan ada yang di Kecamatan. Soppeng Riaja, ini merupakan bukti autentik Bahwa Madrasah ini tidak main-main dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan yang berbasis kemajuan.

Sebuah harapan masa depan agar sejatinya bisa melahirkan generasi yang mampu memberikan perubahan yang lebih baik dan itu lahir dari Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) ma’arif Kampung Baru.

Kata Muhammad Fadli, (kepala MDA) kehadiran Madrasah ini telah membius kalangan masyarakat sehingga banyak orang tua memberikan kepercayaan besar agar putra putri Mereka dibina dan di didik di MDA tersebut, sehingga banyak dari wilayah yang cukup jauh dari Palanro, diantaranya ada santri yang harus melewati jembatan gantung baru dapat sampai di madrasah tempat Mereka belajar agama yaitu Kampung Nepo sebuah kampung yang namanya erat sekali dengan sejarah kerajaan masa lalu Mallusetasi.

Ada juga dari (Mallawa, Joncongan, Pallae, Lanrae, Ujung Indah, Panyingkulue, Pekkae). Banyak hal yang cukup bereksan dengan hadirnya para pencari ilmu agama, semoga setiap aktivitas kita bernilai ibadah disisi Allah swt.

Adapun pendiri dari Madrasah ini adalah Muhammad Fadli Alimuddin, dan satu kebanggaan buat Masyarakat kab. Barru sebab dua santri MDA ma’arif Kampung Baru atas nama (Muhammad Jauharuddin dan Adinda Nayla) pernah mewakili Kab. Barru lomba Pildcil dan Hafalan surah pendek juz amma di tingkat provinsi Sulawesi selatan tahun 2017.

Penulis (Muhammad Fadli Alimuddin).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed