oleh

Masjid Jogokariyan dan Masjid Kurir Langit, Rujukan Nasional Dalam Pengelolaan Masjid

Barrupos.com – Pengelolaan masjid di Indonesia satu dekade terakhir mulai bergairah dan semakin banyak masjid yang dikelola dengan baik dan penuh manfaat. Kalau di Yogyakarta ada Masjid fenomenal Jogokariyan, kini di Sulawesi khususnya di Kabupaten Barru ada Masjid Modern Kurir Langit.

Masjid tersebut dibangun dari nol rupiah nol meter oleh anak-anak muda dibawah umur 30 tahun bahkan dibangun tanpa proposal dan kini menjelma menjadi masjid multimanfaat yang punya begitu banyak program dan pelayanan kepada jamaah dan umat bahkan bukan hanya warga sekitar masjid, tapi juga lintas daerah dan provinsi.

Ustadz Muhammad Jazir, Dewan Syuro Masjid Jogokariyan bersama Syahid Fii Sabilillah, Presiden Masjid Modern Kurir Langit

Hari ini Sabtu, 01 Februari 2020, Masjid Modern Kurir Langit dan Masjid Jogokariyan mewakili kawasan timur dan barat Indonesia menjadi rujukan dan tata kelolanya di bedah melalui Workshop Nasional Manajemen Masjid yang diselenggarakan di Kota Serang, Banten oleh BMI dan Muslim Centre Attaubah.

Kegiatan ini dihadiri banyak DKM dari berbagai kota lintas provinsi, Ustadz Muhammad Jazir, Dewan Syuro Masjid Jogokariyan bersama Syahid Fii Sabilillah, Presiden Masjid Modern Kurir Langit menjadi narasumber untuk memacu optimasi pengelolaan masjid-masjid yang hadir.

“Masjid adalah sentra pelayanan keumatan, masjid harus memaksimalkan infaq jamaah kembali dimanfaatkan untuk kemakmuran jamaah, bukan diendapkan bahka jika perlu diproduktifkan agar masjid tidak bergantung pada kotak amal.” Ungkap Ustadz Jazir

Jogokariyan juga menguatkan data. Pendataan yang dilakukan terhadap jamaah mencakup potensi, kebutuhan, peluang, tantangan, kekuatan, dan kelemahan. terdapat pula sensus masjid yang dilakukan setahun sekali guna menghasilkan data base dan peta dakwah komprehensif.

Tak hanya data berupa Kartu Keluarga (KK), warga mana, dan pendidikan, tapi juga siapa saja yang salat dan yang belum, yang berjamaah di masjid dan yang tidak, yang sudah berkurban dan berzakat, juga yang aktif mengikuti kegiatan masjid.

Disisi lain Presiden Masjid Kurir Langit mendorong masjid menjadi pusat peradaban, “Masjid harus punya program pendidikan dan pembinaan umat, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan dan paling penting Masjid hadir melayani kebutuhan kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim dan penghafal Quran. Maka di Masjid kita ada Beasiswa untuk ratusan anak, ada ambulance dua unit, ada bantuan bencana, bantuan rumah, biaya kesehatan, suplay logistik untuk ribuan santri di Sulawesi dan Papua”urai Syahid.

Kegiatan ini menginspirasi banyak aktifis masjid, dan mudah-mudahan bisa menularkan program yang membuat semakinbanyak masjid yang hidup dan makmur, bukan hanya tempat sholat tapi menjadi basis keumatan dan kemajuan bangsa. “Alhamdulillah peserta sangat antusias dan terinspirasi, bahkan ada beberapa yang siap bersinergi kedepan untuk memikirkan agenda-agenda keumatan dalam kapasitas yang lebih besar”ungkap penanggung jawab kegiatan, Irfan Herdiansyah. Manager BMI Banten. (rls)*.

Komentar

News Feed