oleh

Membumisasikan Al Qur’an di Bumi Palanro

-Berita-1.754 views
Media Sosial
Barru Pos-Al qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman utama bagi kaum muslimin, dimana nabi saw berpesan (Barang siapa yang menjadikan Al qur’an sebagai imamnya maka Akan dibimbing masuk ke surga dan barang siapa yang menjadikan al qur’an sebagai ma’mum atau membelakangi al qur’an maka akan di lemparkan masuk ke neraka.

Muhammad Fadli Alimuddin, adalah sosok pemerhati dibidang pendidikan Islam, sehingga beliau sangat peduli dengan kondisi kampung halamannya yang cukup ekstrem dalam hal kondisi pergaulan generasi muda, beliau sejak kecil tumbuh berkembang di daerah ini banyak merasakan sisi negatif yang beliau saksikan sejak beliau masa kanak-kanak, semisal masih maraknya praktik miras di kalangan masyarakat bahkan usia anak-anak mulai candu dengan komsusmsi miras.

Pendidikan lah yang akan mengubah wajah setiap pradaban jika ingin maju berkembang, saat ini kita mestinya khawatir dengan kondisi yang dimana sebagian generasi kita tidak lagi memiliki semangat untuk mempelajari al qur’an dan mengamalkannya, bahkan nbi saw bersabda (sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang mempelajari alqur’an lalu mengamalkannya), dan beberapa redaksi teks hadits lainnya adalah, beliau sabdakan (akan datang suatu masa dimana Islam tinggal nama dan al qur’an tinggal sebuah tulisan belaka), artinya kitab suci hanya simbol agama belaka apabila ummat Islam tidak mau belajar tentang al qur’an, maka daripada itu, sosok Muhammad Fadli Alimuddin inilah mendorong dan memotivasi para peserta didik di daerahnya (Kampung Baru Palanro) untuk memahami kandungan al qur’an serta saling bersinergi kedepannya sebagai “the next off generation” agar dapat menafsirkan zaman milenium sesuai dengan tuntunn al qur’an al karim. Membusasikan al qur’an sebagai wujud dari potret cara pandang kita yang multi holistik dan tidak mengalami stagnanisasi idealisme.

Baca Juga:  Enam Perwakilan Kabupaten Bahas Program Sanitasi di Barru

Muhammad Fadli Alimuddin katakan, bahwasanya mempelajari al qur’an adalah wajib setiap muslim dan muslimah. Para santri-santriwati inilah senantiasa mendapatkan binaan khusus setiap hari ahad pagi menghafal dan mendarasnya serta mencoba mentasabburi al qur’an dan itu dituntun langsung oleh pemuda yang bernama Muhammad Fadli, beliau sangat intens dalam membangun paradigma kemajuan sebuah zaman.

Dirumah kayu inilah menjadi saksi bisu dan sejarah ke emasan yang akan melahirkan kembali calon-calon kader ulama berikutnya, dulu hampir semua generasi ke generasi mulai terkikis adanya pengaruh-pengaruh eksternal maupun internal.

Di kediaman beliu inilah leluhurnya telah banyak melahirkan orang-orang besar dulunya ngaji kampung tanpa metodologi qawaaidut tajwiid. Sehingga pesan dari kakek beliau almarhum H. Abd. Latif (mantan laskar grilyawan DI-TI) beliau katakan bahwasanya Setiap manusia punya ruang, dan setiap ruang pasti ada sosok pejuang dari lahirnya sejarah baru sehingga lahirnya sosok Muhammad Fadli itu dari sejarah besar dari sejarah kebangkitan ummat di bumi Palanro kec. Mallusetasi kabupaten Barru menjadi sejarah baru.

Muhammad Fadli Alimuddin memahami Hakikat tentang al qur’an yang isinya 30 juz, 114 surah, 6.666 , andai mau dirangkum maka surah al Fatiha adalah rangkuman dari seluruh isi al qur’an, jika yakin atau tidk maka itulah ke autentikan al qur’an.

Ada pesan menarik dari seorang ulama adalah bukanlah orang yatim piatu apabila meninggalnya orang tuanya, namun yatim piatu adalah orang tidak punya ilmu agama islam dan akhlaq mulia. Olehkarena itu mari kita membumikan nilai-nilai al qur’an dalah kehidupan sehari2 nya.

Penulis Muhammad Fadli Alimuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed