oleh

Mengenang Sang Guru Besar Prof. Rahman Halim Tokoh Intelektual Mandar Yang Tawadhu

-opini-126 views
Media Sosial

Barrupos.com, Almarhum Prof. Dr.H. Abd. Rahman Halim, M.A, putra kelahiran Mandar sulawesi Barat ini, telah banyak meninggalkan kesan yang mendalam kepada rekan sejawat, dosen, terutama Mahasiswa Pascasarjana UM Parepare, Kabar wafatnya Guru Besar Pendidikan Islam Kota tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi semua pihak, tak terkecuali sivitas akademika UIN Alauddin Makassar dan UM Parepare yang merasa kehilangan salah satu panutan dalam lingkungan pendidikan.

Kesedihan akan berpulangnya Prof. Rahman Halim dirasakan oleh seluruh mahasiswa Pascasarjana Program Doktor UM Parepare.
Sebab, selama ini Prof. Rahman Halim, merupakan dosen yang dekat dengan mahasiswa. Selain itu sebagai seorang guru besar di bidang Pendidikan Islam ini, ia juga pernah menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Selatan pada tahun 1998 silam, lalu dilanjutkan oleh Prof. Dr. H. Iskandar Idy, M.A, beliau ini selalu mendukung penuh kegiatan-kegiatan positif yang diselenggarakan oleh mahasiswa, Muhammad Fadli Alimuddin adalah seorang Mahasiswanya sekaligus anak bimbingan promotornya saat ujian Disertasi Doktor saat itu, mengungkapkan ucapan dukanya yang mendalam atas kepergian Professor Rahman Halim “Saya sangat sedih kehilangan beliau. Selama saya diajar beliau, Prof. Rahman Halim sangat menguasai mata kuliah yang ia ajar. Saya pernah konsultasi ketika hendak mau ujian Tutup dan Promosi Doktor dan beliau benar-benar memberikan masukan, saran, dan kritik yang membangun bagi saya, ujar Fadli Alimuddin “Sepanjang interaksi saya dengan beliau, ketika hendak bimbingan Disertasi, beliau bilang, kalau ada permasalahan-permasalahan seputar disertasimu nak! silahkan datang kerumah atau silahkan hubungi saya melalui via telefon saja, Artinya, beliau menaruh perhatian pada kami yang menjadi anak bimbingannya,” ungkap Muhammad Fadli, seorang Doktor Muda asal Palanro Kec. Mallusetasi yang pernah menjadi anak bimbingan beliau.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Dalam Sorotan

Bertepatan pada hari Pahlawan, tepatnya pada hari selasa, 10 November 2020, pukul 08.30 di Kandemeng Kec. Tinambung Kab. Polewali Mandar provinsi Sulawesi Barat, sosok guru Bangsa “Prof. Dr.H. Abd. Rahman Halim menghembuskan nafas terakhir di kediamannya.

Sejarah tentang hari pahlawan sangat erat kaitannya dengan zaman perjuangan sang Guru sebab guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Dari seorang guru besar (sang Profesor) yang bermutu dan berkualitas, akan dapat melahirkan ribuan generasi penerus dan orang-orang yang hebat, untuk para Ibu dan Bapak Guru, jasamu sepanjang masa.

Dari seorang guru besar (sang Profesor) yang bermutu dan berkualitas, akan dapat melahirkan ribuan generasi penerus dan orang-orang yang hebat, untuk para Guru besar kami, jasamu sepanjang masa.
“Guru Adalah Seorang Pejuang Tulus Tanpa Tanda Jasa Mencerdaskan Bangsa”

Saat dunia nampak dengan kegelapannya. Aku tidak mengetahui dan meraba pada yang seharusnya dapat aku ketahui. Menteliti, dan memecahkan tiap soal yang rumit menjadi sederhana dan benar. Dari Mu sang Professor Rahman Halim yang tercinta, Aku mengerti tentang pemahaman dalam menimba ilmu.

Engkau memberikan pencerahan, penerang dalam pemahaman. Engkau adalah pelita. kuucapkan terima kasihku, Karena telah menjadi penerang dalam kehidupanku. Memberikan pemahaman yang baik dengan kesabaranmu, Aku dapat mengerti dan belajar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed