oleh

Merusak Tanaman, Ratusan Petani di Kecamatan Tanete Riaja, Buru Babi Hutan

-Berita-1.360 views
Media Sosial

BARRU POS —Masyarakat Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja, bekerja sama dengan Desa Kading. Mereka berburu Babi untuk menjaga hasil panen. Ahad, 15 September 2019.

Berburu Babi Hutan bisa dikatakan menjadi salah satu hama yang paling dibenci para petani. Hewan tersebut dianggap meresahkan lantaran memakan tanaman milik petani.

Perburuan hama babi secara massal sudah menjadi tradisi warga Tanete Riaja, dipimpin oleh Purnawirawan Hamzah, sekarang jadi kepala Desa Mattirowalie. Mereka berkelompok membasmi hama tersebut tanpa ampun, warga yang hadir kurang lebih 500 orang.

Semua itu dilakukan karena satu alasan, yakni, binatang ini telah merugikan warga sekitar yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian.

Dalam melakukan perburuan ini petani melibatkan ratusan anjing peliharaan yang telah dilatih berburu. Anjing-anjing tersebut memiliki stamina yang kuat sebagai penakluk babi liar.

Dan alat yang di siapkan untuk melakukan memburu babi tombak, paran, dan badik tak pernah lepas dari tangan mereka. Beberapa anjing peliharaan juga dilibatkan untuk mendeteksi keberadaan hama babi.

Sopyan, salah seorang ketua kelompok pemburu menceritakan, perburuan ini telah ia lakukan sejak puluhan tahun. Seluruh pria desanya dilibatkan secara gotong royong dalam perburuan hewan ini malah kami sering di undang ke desa lain atau di kecematan lain.

Sebelum berburu, para warga harus musyawarah terlebih dahulu. Setelah menemukan kesepakatan, baru mereka menetapkan jadwal untuk berburu.

Awalnya kita sepakati dulu untuk merencanakan perburuan. Kemudian dalam kesepakatan tersebut, nantinya menghasilkan titik temu. Apabila semua warga telah sepakat, maka kami langsung menghubungi ketua kelompok pemburu, ” ujar Ansar.Tahun ini perburuan babi di buka di Desa Kading ada puluhan yang berhasil di Basmi.

Baca Juga:  25 Anggota DPRD Barru Akhirnya di Lantik, Mursalim Jabat Ketua DPRD Barru Sementara

Selain membasmi hama, berburu juga dianggap sebagai ajang silaturahmi sesama warga. Harapan kelompok pemburu babi ini semoga kedepannya di perhatikan oleh pemerintah Kabupaten Barru di lakukan setiap tahun.

Reporter Sudirman
Editor Rdp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed