oleh

Muhammad Fadli Asal Barru, Jadi Narasumber Pada Workshop Pendidikan Bersama Kadis Pendidikan Parepare

-Berita-730 views
Media Sosial

BARRUPOS.COM – Muhammad Fadli Alimuddin salah seorang Pengajar di Kampus STIA Al Gazali Barru dan beliau juga menjadi Dosen di Universitas Muhammadiyah Parepare dengan pengampuh mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI), beliau sangat aktif dalam berbagai kegiatan yang berbasis pendidikan dan keagamaan baik di Kabupaten Barru maupun Kota Parepare. Pola pemikiran kritis dan inovatif yang terbentuk sejak beliau menamatkan studinya di Pondok Pesantren DDI Mangkoso selama 12 tahun lamanya. Beliau dengan pengalaman organisasi kemahasiswaan hingga organisasi kepemudaan membuat ia semakin matang dalam menafsirkan sebuah fenomena kehidupan yang berbasis multidimensional.

Saat beliau diberi kesempatan untuk menjadi pemateri pada workshop pendidikan berbasis karakter di Aula kampus UMPAR bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, beliau banyak menyampaikan sesuatu yang dapat menggugah sebuah nalar pemikiran para pendidik khususnya guru-guru Pendidikan Agama Islam.

Beliau dalam kajiannya dihadapan peserta seminar workshop menyatakan bahwa, peran guru semula hanya sebagai penyampai pengetahuan, pengalihan pengetahuan, dan pengalih keterampilan, serta merupakan satu-satunya sumber belajar, kemudian berubah peran menjadi pembimbing, pembina, pengajar dan pelatih.

Muhammad Fadli Alimuddin adalah sosok yang terlahir dari keluarga yang cukup terdidik dan terpelajar sebab kedua orang tuanya adalah Guru/Pendidik senior di Kabupaten Barru, Alimuddin Kammada, S. Pd dan Hj. Rusmiati Latif, S. Pd mereka adalah sosok yang sangat mempengaruhi pemikiran sosok Mugammad Fadli Alimuddin.

Menurut beliau juga adalah kompetensi guru sangat menentukan sebuah peningkatan mutu dan kualitas sebuah pendidikan, peranan guru sangat menentukan dalam usaha peningkatan mutu pendidikan formal maupun non formal. Beliau juga tambahkan, bahwasanya kemampuan guru dalam mengajar sebuah materi ajar, merupakan pencerminan penguasaan guru atas kompetensinya. Kompetensi merupakan kemampuan mutlak dimiliki guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik.

Baca Juga:  Buka Raker Perwakilan RI, Presiden Ingin Dubes Fokus Diplomasi Ekonomi

Sang Pencerah telah berusaha melahirkan gagasan-gagasan baru agar sejatinya dapat berkontribusi dalam sebuah kemajuan dan kita bebas dari kunkungan kepentingan-kepentingan sesaat yang hanya bisa mematikan ruang gerak generasi-generasi cemerlang, walau beliau (Fadli) sapaannya, Di Palanro tidak terlalu dikenal namun beliau hanya berprinsip “khairun Naas Anfauuhum Linnaas” artinya sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Penulis : Maghfirah
Reporter : Mudaksir Anci

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed