oleh

Opini : Mengenang Rumah Tua Bernilai Sejarah di Kampung Baru Palanro Momentum Dirgahayu RI-75

-opini-76 views
Media Sosial

Barrupos.com, Tahun 1950 ketika kondisi wilayah Sulawesi Selatan tidak lagi aman terutama wilayah Barru pada saat itu, disebabkan adanya gerakan perjuangan DI-TI dibawah pimpinan Letkol (Purn) Abdul Kahar Muzakkar, tentu masyarakat merasakan dampak sosial akibat kondisi saat itu.

Saat pemberontakan DI-TI makin menjadi-jadi, maka masyarakat setempat (Nepo, Cimpu, Barantang, Pallae, Alakkang) berpindah tempat yang lebih aman yaitu di Palanro (Pabbiring), disitulah terjadi kehidupan baru dari berbagai kalangan masyarakat yang terkumpul dalam satu wilayah akibat Gerilyawan DI-TI saat itu.

Kelurahan Palanro menjadi pusat masyarakat yang berpindah wilayah (mengungsi akibat konprontasi), maka di wilayah Kampung Baru Kelurahan Palanro ada rumah tua yang memiliki nilai sejarah dan history menarik untuk ditelusuri secara eksploratif.

Rumah tersebut diperkirakan sudah berusia 70 tahun, masih utuh sampai sekarang, dimana rumah-rumah yang ada di sekitar lingkungan Kampung Baru sudah banyak mengalami revisi atau berdiri rumah batu yang baru didirikan, adapun rumah tua tersebut milik seorang Pejuang DI-TI yang bernama H. Abdul Latif Ra’ja beliau adalah eks. Pimpinan batalion Lereng Cinta DI-TI yang dimana pimpinan tertingginya adalah Letkol (purn) Abdul Kahar Muzakkar, beliau (Abdul Latif Ra’ja) mendapat gelar kehormatan dari DI-TI yaitu Bung Latif, beliau lama bersama dengan Abdul Kahar Muzakkar di hutan berjuang digaris Agama, istri beliau bernama Hj. Atisa Mustaring (Puang Tisa) adalah guru mengaji di rumah tersebut, puluhan tahun beliau ini mengabdikan dirinya untuk senantiasa mengajar mengaji, yang pada akhirnya beliau jatuh sakit dan digantikan oleh anaknya bernama Hj. Rohaniah, belasan tahun beliau mengajar mengaji dirumah tersebut, dan akhirnya beliau pun terkena penyakit stroke, sehingga proses pengajaran mengaji berhenti saat itu, beliau dirawat oleh saudaranya bernama Hj. Rusmiati Latif, S. Pd (saudara se-ibu beliau) yang tinggal serumah dengannya, namun akhirnya (Hj. Rohaniah) dibawa ke Kota Parepare untuk dirawat hingga saat ini.

Baca Juga:  OPINI : Perempuan dan Belenggu Kebebasan

Rumah tersebut dimasanya, sering dijadikan sebagai tempat istirahatnya para ulama-ulama sepuh (DDI Mangkoso) seusai membawakan ceramah/pengajian di Masjid Nurul Ittihad Kampung Baru Palanro, misalnya AF.Dr.H. Abdul Wahab Zakariya, MA, AG.H. Alwi Dg. Paranru, Lc, AG. Prof.Dr.KH. M. Farid Wadjedy, MA, AG. H. Mudassir Roci, Lc, Kata kakek penulis (H. Abdul Latif Ra’ja), Nak! Barakka’na Panritae lao bolata, tiwi tuh barakka maega nak!

Rumah tersebut juga dimasanya pernah hadir tokoh-tokoh yang tidak asing namanya, diantaranya, Drs.H. Anwar Aksa, Drs. H. Kamrir Dg.Mallongi, S.H, Drs. H. M. Sakir Abdul Karim, dan beberapa tokoh-tokoh lainnya.

Pada dasarnya momentum DIRGAHAYU RI-75 TAHUN ini menjadi titik sejarah bagi generasi milenial jika salahsatu wilayah Mallusetasi tepatnya di Kampung Baru terdapat rumah tua, yang memiliki rentang sejarah yang sangat bernilai harganya, mengenang beberapa peristiwa penting sebagai pembelajaran masa kini.

Kini rumah tersebut menjadi pusat pengajaran Al Qur’an Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Kampung Baru Palanro, oleh cucu pemilik rumah yaitu Muhammad Fadli Alimuddin, beliau adalah sosok pemerhati Pendidikan Islam Mallusetasi, dulu rumah tua itu pernah menjadi pusat perkumpulan Mahasiswa STAI DDI Mangkoso dalam rangka pengkaderan di SMA NEG. 1 Mallusetasi kini berubah status menjadi SMA NEG. 4 Barru.

Semasa hidup pemiliki rumah (H. Abd. Latif Ra’ja/Hj. Atisa Mustaring) banyak sesepuh pejuang 45 sering berkunjung menemui beliau berdiskusi seputar perjuangannya dimasa lampau.

Kini rumah tersebut menjadi sejarah yang memiliki banyak kenangan bagi generasi ke generasi berikutnya.

“Aja Muallupai pangaderengmu, mumalebbi maranang, tessukkara appalebbirengmu, musanre massosoreng ri appakaluttumu, murengreng wanuwa masagena, napasau kininnawa”

Penulis : Muhammad Fadli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed