Orang Tua Korban. “Insiden Ini, Terpaksa Kami Bawa Kerana Hukum

Soppeng.Barrupos.com—Tak terima anaknya dianiaya dan dikeroyok, Orang tua korban Andi Ar (46) warga lawo melapor ke Polres Soppeng Selasa siang 19/2/2019

Diketahui Ir (14) siswa SMPN 5 Soppeng jadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya terjadi pada hari Kamis 14 Februari 2019 sekira pukul 10.00 WITA

Menurut keterangan orang tua korban, Andi Ar (46) saat ditemui oleh Wartawan Barrupos.Com Kamis 21 Februari 2019.mengatakan.

‘Penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di dalam kelas 7b SMPN 5 Soppeng, dan dua diantara 7 pelaku berasal dari luar lingkungan sekolah, kedua pelaku diduga pemuda putus sekolah yang kerap nongkrong di kantin sekolah terutama saat jam istirahat pelajaran

“Atas kejadian yang menimpa putraku saya sangat menyesalkan, ‘Pasalnya penganiayaan dan pengerokan yang terjadi didalam ruangan kelas.

“Semestinya ini tidak akan terjadi jika pihak sekolah memiliki sistem pengamanan sekolah apalagi kejadianya didalam kelas dan pelakunya orang luar,”sesalnya

“Kok bisa orang luar, leluasa masuk dilingkungan sekolah, bahkan melakukan penganiayaan dalam kelas, kemana para guru pada saat itu,dimana tanggung jawab sekolah,”Ungkap Andi

Untuk itu permasalahan ini terpaksa kamu bawa kerana hukum, saya tak ingin anak saya menjadi korban sia-sia, pelaku penganiayaan harus bertanggung jawab, selain memberikan ejek jera, saya tidak ingin peristiwa ini terulang, baik terhadap anak saya maupun siswa-siswi lainya,”pungkasnya

Sementara Plt Kepala Sekolah SMN 5 Soppeng Lamiri S.pd kepada awak media membenarkan adanya peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di sekolahnya

“Benar pak salah satu siswa kelas 7b dianiaya dan dikeroyok oleh 7 orang didalam kelas,”kata Lamiri, Selasa 20/2/2019

Hal ini kata Lamiri sudah ditangani oleh guru BK dengan memanggil siswa yang terlibat

“Semua siswa sudah dipanggil dan dibuatkan pernyataan bahwa mereka mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya,”ucapnya

“Pihak sekolah juga menyesalkan adanya kejadian ini, dan lima orang yang diduga pelaku memang siswa SMPN 5, namun dua pelaku lainya bukan dari sini (siswa SMP 5-red),”jelasnya

Lamiri juga mengakui adanya pihak lain yang masuk kedalam sekolah dan ikut melakukan pengeroyokan, karena fungsi keamanan sekolah yang belum maksimal

“Tentu kami tidak bisa mengontrol secara keseluruhan siapa-siapa yang datang, selain belum memiliki keamanan sekolah, pagar sekolah bagian samping dan belakang juga belum ada,”tambahnya

Namun demikian dengan adanya peristiwa pengeroyokan ini pihak sekolah berjanji untuk segera mengevaluasi, terutama sistem keamanan dan lebih menekankan disiplin dan tata tertib sekolah

“Kami berharap sekolah kami mendapat perhatian dari pemerintah khususnya dinas terkait untuk segera membangun pagar karena ini menyangkut keselamatan siswa,”tutupnya ( Anwar Paturusi)

Tinggalkan Balasan

Next Post

Tokoh Masyarakat Mallusetasi Agus Salim, Semoga Pelayanan Publik Barru Makin Efesien dan Efektif

Kam Feb 21 , 2019
Barru Pos– Perayaan hari jadi Kabupaten Barru yang ke-59 di lapangan Sumpang Binangae Kota Barru berlangsung meriah pada hari Rabu 20/2/2019. Perayaan hari jadi Barru tahun ini mengangkat tema “Dengan semangat Yassiberrui, kita bangun karya melalui pelayanan pemerintahan berbasis Elektronik” . Dalam kegiatan tersebut selain Bupati Barru H. Ir. Suardi […]

BERITA TERBARU