oleh

Pemantau Pemilu Ingatkan Para Caleg Betul-betul Pahami Aturan Alat Peraga Kampanye

-Pemilu-1.205 views
Media Sosial

Barru Pos-Pemantau Pemilu Ketua Ormas Laki Barru Andi Agus, menilai, penegakan hukum atas pelanggaran alat peraga kampanye masih lemah. Hal itu disebabkan koordinasi antara penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) maupun pemerintah daerah (pemda), masih kurang.

“Mestinya memang ada komunikasi dan koordinasi yang baik antara penyelenggara pemilu dengan pemda.

Kalau di Barru ini masih banyak yang melanggar alat peraga, karena masih kurang  koordinasi yang baik di antara mereka,” ujar Andi Agus, Senin (18/02/2019).

Dia mengatakan, jika ada komunikasi yang baik, penertiban pelanggaran alat peraga kampanye bukan perkara yang sulit. Mencopot alat peraga, menurutnya, dapat dengan mudah dilakukan satuan polisi pamong praja (Satpol PP)

Sebagai Pemantau Pemilu Ormas Laki Andi Agus mengatakan, di wilayah Kabupaten Barru banyak ditemukan dugaan pelanggaran alat peraga kampanye di seperti di tempat pemasangan Iklan Pemkab Barru.

Pelanggaran lainnya yang ditemukannya adalah pemasangan baliho oleh calon anggota legislatif (caleg). Padahal, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 33 tentang Kampanye Pemilu 2019, setiap peserta pemilu atau partai politik hanya bisa memasang maksimal 5 baliho dan 10 spanduk untuk level desa/kelurahan.

“Dalam PKPU itu juga ada larangan lokasi pemasangan APK dan bahan kampanye,misapnya di lembaga pendidikan, rumah ibadah, sarana dan prasarana publik, jalan bebas hambatan, taman dan pepohonan,” kata Andi Agus, Senin 18 Februari 2019.

Andi Agus, menambahkan bahwa aturan Perbawaslu Nomor 28 tahun 2018 tentang pengawasan APK. Dalam pasal 26 disebutkan bahwa ketika melakukan pengawasan kampanye terkait APK maka Bawaslu wajib menertibkan.

Dalam hal ini rekomendasi ke lembaga lain salah satunya Satpol PP sebagai eksekutor.” ujarnya.

Baca Juga:  Perang Baliho Caleg sampai Pelosok Kampung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed