oleh

Pemda Barru Gelar FGD, Harap Laporan Masyarakat terlayani Via Aplikasi SP4N LAPOR!

Media Sosial

BARRUPOS-Manfaatkan teknologi informasi, USAID IUWASH Plus Sulsel bersama Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Barru melaksanakan Fokus Grup Diskusi (FGD) untuk memberikan bimbingan teknis Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!).

FGD ini menghadirkan semua admin penghubung semua SKPD Se-Kabupaten Barru melalui aplikasi Zoom Meeting, Siang tadi, Rabu (9/9/2020).

Tujuan FGD untuk penyamaan persepsi serta peningkatan kualitas layanan menindaklanjuti laporan masyarakat khususnya dalam layanan Water, Sanitasi dan Higienis atau yang disingkat WASH. Program ini adalah bagian dari kehadiran USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene penyehatan lingkungan untuk semua (USAID IUWASH Plus) yang bekerjasama dengan Pemda Barru untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sistem SP4N LAPOR sendiri, dapat diketik pada semua saluran mesin pencari bahkan dapat didownload di playstore.

Kepala Dinas Informasi, Komunikasi dan Statistik Kabupaten Barru, Syamsuddin S.IP, M.Si menegaskan bahwa pengelolaan SP4N LAPOR adalah bagian Implementasi Keterbukaan Informasi Publik.

“Saya berharap kepada para admin penghubung seluruh OPD tetap semangat melaksanakan tugas dan tetap menjaga performa yg telah dicapai, dimana pada review yg telah dilaksanakan oleh Kemenpan&RB, Barru masuk dalam posisi Delapan besar” sebut Syamsuddin dihadapan para Admin Penghubung di tiap OPD.

Sesuai data, Kabupaten Barru Tahun 2020 ini, telah menerima sekira Empat puluh aduan yang kemudian dikelola dan terselesaikan tiga puluh delapan diantaranya. Dua aduan tersisa masih sementara proses untuk penyelesaian, namun seratus persen laporan masuk telah ditindaklanjuti dan merupakan sebuah pencapaian tersendiri bagi Daerah.

“Melakukan yg terbaik dan lebih baik lagi sehingga seluruh masyarakat hingga pelosok desa bisa menyampaikan aspirasi, harapan dan pengaduan, dan bisa kita tindak lanjuti. Sehingga kita bisa mencapai outcome dari SP4N LAPOR yaitu menjadi penyelenggara yang mampu merespon seluruh pengaduan dari masyarakat” urai alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri ini.

Baca Juga:  Pengunjung dan Pedagang Keluhkan WC Pasar Ralla Bau Pesing

Sistem yang disingkat SP4N LAPOR ini adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia melalui beberapa kanal pengaduan yang berbasis pada website www.lapor.go.id,.

USAID IUWASH Plus yang menginisiasi kegiatan ini, melalui Regional Manager Rieneke Rolos memberikan paparan pada admin penghubung.

“USAID IUWASH Plus fokus di wilayah perkotaan untuk sektor air minum dan sanitasi. Namun, kami juga mendorong pelibatan masyarakat dalam peningkatan akses layanan pemerintah khususnya lagi di sektor air minum sanitasi, dimana salah satunya bisa didorong dan disinergikan dengan SP4N LAPOR. Dalam kegiatan ini kita bisa melihat lagi, apa lagi yang bisa kita lakukan dan perbaiki untuk meningkatkan pelibatan masyarakat dalam mengakses LAPOR,” urai Rieneke Rolos yang secara cermat dan lugas mengurai peran penting setiap Admin Penghubung dalam melayani laporan dan aduan masyarakat.

Para admin yang mendapatkan bimbingan teknis mengenai mekanisme keterlibatan masyarakat diharapkan memahami standar operasional prosedur SP4N LAPOR. Kegiatan yang menganggkat issu layanan di bidang akses air minum, layanan sanitasi, dan perbaikan perilaku higienis warga juga termasuk pada layanan publik lainnya.

Dalam paparan pemateri selanjutnya, Super Admin SP4N LAPOR Diskominfo Sulsel, Andi Paisal menjabarkan bagaimana prosedur teknis menggunakan aplikasi ini serta melayani aduan atau menangani laporan warga.

Kegiatan yang berjalan sesuai harapan ini turut diikuti CEM National Specialist USAID IUWASH PLUS Deasy Sekar dan BCMA Sulawesi Selatan USAID IUWASH PLUS Lidiastuty Anwar secara virtual dan sekira 45 peserta.

(Redakasi Barrupos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed