oleh

Pengamat Anggap Kenaikan Tarif BPJS Susahkan Warga

-Berita-873 views
Media Sosial

BARRU POS — Balicitizen.com, pengamat ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendi Cahya mengatakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen akan memberatkan masyarakat dan mengurangi tingkat keaktifan peserta.

“BPJS Kesehatan sebenarnya sudah sangat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan, namun jika iuran dinaikkan maka tingkat keaktifan mereka menggunakan jasa kesehatan ini akan kembali minim karena kesulitan memenuhi tarif yang cukup tinggi,” katanya, Senin (2/9).

Menurutnya, dengan ekonomi masyarakat saat ini yang masih kurang, kenaikan BPJS Kesehatan pasti akan menyusahkan mereka, terlebih kebutuhan rumah tangga lainnya juga cukup tinggi. Permasalahan seperti akan menjadi problem bagi pemerintah. Satu sisi pemerintah ingin membantu BPJS Kesehatan dan di lain sisi mereka harus mencetak SDM unggul.

“SDM unggul ditentukan oleh faktor kesehatan dan pendidikan, apalagi ini adalah moto dari pemerintah pusat. Seyogyanya Pusat memberikan dana lebih untuk kedua sektor tersebut dan mengurangi dana untuk infrastruktur sehingga apa yang diharapkan bisa terwujud, tanpa membebankan masyarakat,” kata dia.

Asrian mengatakan seharusnya kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak semuanya dibebankan ke masyarakat walaupun kebijakan itu memang untuk membantu badan itu keluar dari permasalahannya.

“Selama ini dengan iuran yang relatif rendah saja masih banyak masyarakat yang tidak aktif membayar, apalagi tarifnya dinaikkan justru akan menambah jumlah peserta pasif. Pengenaan iuran bisa berbagi, masyarakat dikenakan sekian persen dan pemerintah sekian persen,” kata dia.

Asrian mengungkapkan bahwa dengan kenaikan yang tidak relatif tinggi, masyarakat masih akan mengusahakan melunasi iuran BPJS Kesehatan tersebut sebab jasa BPJS kesehatan ini harus diakui sangat membantu masyarakat.

Dia mengatakan apabila kenaikan tarif BPJS itu sudah menjadi keputusan mutlak pemerintah maka mereka juga harus meningkatkan pelayanannya di setiap rumah sakit.

Baca Juga:  Dua Minggu Diintai Petugas, Grandong Pengedar Sabu Akhirnya Diringkus

“Jangan sampai iuran sudah naik pelayanan masih lambat dan tidak maksimal, ini juga harus dipikirkan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed