oleh

“Penguatan Nasionalisme Dan Islam Nusantara”

-opini-332 views

MALANG–Penguatan sejarah nasionalisme sendiri adalah tentang daya ingat kita sebagai bangsa indonesia dimana kita sejak kecil sudah diajarkan apa itu pancasila.

Bisa dimaknai sebagai kepercayaan dan tindakan politik untuk mengubah secara radikal status Indonesia sebagai bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka. Untuk menegakkan prinsip persatuan dan kesatuan bangsa setiap warga negara harus mampu memperjuangkan sifat kesosialan yang tinggi seperti gotong royong dan toleransi antar ras, budaya dan agama.

Hubungan Islam dan nasionalisme telah berlangsung sejak didirikannya Republik Indonesia. Ia mencontohkan perumusan dasar negara telah terjadi perdebatan sengit antara soekarno di satu pihak dengan Muhammad Nasir, Wahid Hasyim, Sukirman, Muhammad Roem dan Agus Salim maupun lainnya yang pada akhirnya sepakat dengan pancasila. Oleh karena itu, seorang muslim harus percaya nasionalisme tidak bertentangan dengan Islam bahkan merupakan bagian dari Islam itu sendiri. Begitu pula Islam tidak anti nasionalisme melainkan senyawa.

Islam Nusantara juga meneladani prinsip hidup ulama nusantara yang dicontohkan oleh wali songo. Perlu kita teladani sifat sifat yang diterapkan oleh wali songo yaitu tentang kebudayaan dan keislaman yang ada diwilayah nusantara. Islam nusantara juga mengajarkan bagaimana cara mempertahankan dan melestarikan tradisi memiliki upaya untuk bersikap ramah terhadap pemeluk agama lain yang berdampak pada tumbuhnya rasa Nasionalisme.

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan itu masyarakat suatu bangsa akan merasakan adanya kesetiaan yang mendalam kepada bangsa itu sendiri.

Nasionalisme diperlukan bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk umat Islam , akan tetapi jika ada hal yang kontradiktif antara sikap nasionalisme atau toleransi dengan ajaran Islam itu sendiri maka agama harus di dahulukan dengan tidak mengartikan antinasionalisme.

Sumber : Reyzales Setyawan
Kampus : Universitas Islam Malang
Fakultas : Ilmu Administrasi
Prodi : Administrasi Bisnis

Komentar

News Feed