oleh

Perempuan Tewas Gantung Diri di Barru Diduga Akibat Depresi

-BarruPos

BARRU POS – Seorang perempuan Hj.Hanisa (59) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya sekitar pukul 21.30 wita, di dalam kamar belakang rumah lantai atas di Lingkungan Padongko, Kelurahan Mangempang Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.Rabu (11/09/2019).

Saksi yang pertama kali melihat korban terikat lehernya dengan kain jilbab berwarna biru muda yang terlilit  tali yang menggantung ke atap rumah, adalah anak kandung korban Herlina Muhiddin, (37) pekerjaan IRT.

Kronologis kejadian menurut keterangan saksi yakni cucu korban Ade febrianti (17 ), naik ke lantai 2 rumah kayu,untuk mengambil adiknya yang masih berumur 8 bulan untuk menenangkan karena menangis dan menidurkannya, setelah menenangkan adiknya di kamarnya.

Baca Juga  Satu Kandidat Bacabup Kembikan Formulir di Kantor PDI Perjuangan Barru
Baca Juga  Perspektif Baru DPRD Barru yang Baru
Baca Juga  Presiden Jokowi: KPK Perlu Dewan Pengawas untuk Tangkal Penyalahgunaan Wewenang

Kemudian korban Hj.Hanisa datang dan menegur korban untuk turun dan membawa adiknya ke lantai bawah, setelah itu febrianti pun turun ke bawah membawa adiknya, berselang 30 menit Ade febrianti kembali naik bersama bapaknya arman untuk mengambil cucian yang akan di jemur di bawah rumah.

Setelah menjemur pakaian, ade febrianti kembali naik dengan membawa adiknya yang berumur 8 bulan untuk menidurkannya di ayunan yang ada di kamar ibunya Herlina,dan melihat kamar korban Hj.Hanisa tertutup gorden namun tidak menghiraukannya karna mengira nenekanya Hj.Hanisa telah tertidur.

Setelah sampai di kamar ibunya dan menidurkan adiknya di ayunan ade febrianti ikut tertidur dan terbangun ketika adiknya menangis dan herlina ibunya datang dan mendapati korban Hj.Hanisa tergantung dengan kain jilbab berwarna biru yang terlilit di tali yang menggantung ke atap rumah.

Kemudian Herlina memotong kain jilbab dan membaringkan ibunya di lantai,sambil teriak dan meminta tolong, tidak lama banyak tetangga berdatangan di tempat tersebut,kemudian salah satu warga menghubungi Polres Barru, dan tidak lama kemudian anggota reskrim dan identifikasi polres barru datang melakukan olah Tkp.

Korban selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Dr.puskesmas padongko Dr Reni bersama perawat puskesmas padongko Sadriani dan ciwang dan di nyatakan korban telah meninggal dunia.

Bahwa korban menurut keterangan dari keluarga korban di perkirakan mengalami depresi, sering berhalusinasi dan berbicara sendiri.

Bahwa atas kejadian tersebut dari pihak keluarga menerima kejadian atau musibah yang di alami Hj.Hanisa dengan ikhlas dan tidak menyalahkan siapapun dan menolak untuk di lakukan otopsi.

Penulis Redaksi: Barrupos.com

Komentar

News Feed