oleh

Pisah Sambut Anggota Dewan Pers: Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh Mengharapkan Media Mediator Masyarakat

-Berita-1.232 views
Media Sosial

Barru Pos–Pengurus Dewan Pers periode 2016-2019, yang dipimpin oleh Yosep Adi Prasetyo melakukan pisah sambut dengan anggota Dewan Pers periode 2019-2022, yang dipimpin oleh Mohammad Nuh, pisah sambut di gelar di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/06/2019).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal, Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi, Mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan sejumlah tokoh lainnya.

Acara Pisah Sambut ini bertujuan untuk mempertemukan para anggota Dewan Pers yang dipimpin oleh Yosep Adi Prasetyo dan anggota Dewan Pers yang dipimpin oleh Mohammad Nuh periode 2019-2022.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh terpilih sebagai Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, dan sudah dilantik sejak 21 Mei 2019 lalu.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengharapkan media dapat menjadi mediator yang hadir di antara masyarakat.

“Tantangan media sekarang itu ikuti saja pola kaidah keilmuan, mulai dari data informasi knowladge. Sehingga tidak mungkin mendapat informasi oksigen yang fresh lalu data tak jelas, karena informasi harus dapat dari data. Baru dari situ informasi diolah jadi knowladge,” kata M Nuh.

Selain itu, dia menyebut media harus memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat. Sebab, dia menilai sejumlah masyarakat masih kesulitan dalam menyaring berita yang ada.

“Media harus punya fungsi yang kedua yaitu melakukan pemberdayaan di masyarakat, dari pemberdayaan itulah maka fungsi yang ketiga, adalah pencerahan. Maka akan tambah jelas media bisa memastikan mana yang salah dan benar”.

Baca Juga:  Pemkab Barru Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tutup 3 Posko Perbatasan

“Kami sangat yakin informasi yang dihasilkan itu ibaratnya oksigen. Kalau oksigen terkontaminasi justru bukan menyehatkan tapi akan menyakitkan siapa yang menghirupnya,” ujar Nuh.

Nuh menganggap peran media bagi masyarakat Indonesia sangat siginfikan. Salah satu peran yang disebutkan Nuh adalah dalam pendidikan atau edukasi.

Menurutnya edukasi bagi masyarakat sangat penting. Sebab, dengan peran media dalam membantu meningkatkan edukasi, masyarakat nantinya mampu memilah mana yang baik dan yang buruk.

“Karena denga tingkat edukasi yang baik masyarakat secara otomatis melalui dirinya sendiri bisa melakukan filter,” kata Nuh.

Masih kata Nuh, media harus menjadi pendingin bagi masyarakat ketika situasi sedang panas. Menurutnya, media harus bisa memperhatikan adanya perbedaan di tengah masyarakat dan memberikan informasi yang tidak memecah belah”.

“Media juga harus menjadi pendingin. Kalau fungsi media menjadi pemanas, situasi bangsa panas media harus jadi pendingin,” pungkas Nuh.

Sembilan Anggota Dewan Pers periode 2019-2022 di antaranya :

Arif Zulkifli, Hendry Ch Bangun, dan Jamalul Insan, mewakili unsur wartawan.

Ahmad Djauhar, Agung Darmajaya, dan Asep Setiawan, mewakili unsur perusahaan pers.

Agus Sudibyo, Hassanein Rais, dan Mohammad Nuh mewakili unsur tokoh masyarakat.

Redaksi: Barrupos.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed