oleh

Puluhan Mahasiswa STIMIK Kembali Gelar Aksi

-Berita-505 views
Media Sosial

MAKASSAR—Sekitar tiga puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Akba kembali menggelar aksi bertajuk “Matinya Demokrasi Kampus STIMIK Akba Makassar, Sabtu (14/12/2019).

Aksi yang digelar ini dilakukan dalam bentuk pembentangan spanduk penandatanganan petisi dukungan kepada sebelas mahasiswa yang di Droup Out (DO).

Menurut pernyataan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STIMIK Akba, dirinya sangat menyayangkan sikap kampus yang mengeluarkan SK DO yang secara sepihak dan tidak sesuai prosedural, 21:12 Wita.

“Kami tidak terima dengan SK DO, karena sangat tidak mendasar sekali dan juga cacat prosedural,” jelas Misbahuddin.

Lebih lanjut, Misbahuddin juga mengkritisi soal SK DO tersebut. Pasalnya dalam SK DO yang dikeluarkan oleh pihak kampus melalui Wakil Ketua (WaKa) III bagian kemahasiswaan tidak tertera perihal pelanggaran yang telah dilakukan oleh mahasiswa.

“Sampai saat ini kami tidak tau dasar pertimbangan pihak kampus mengeluarkan SK DO, kami menginap di kampus juga sebagai bentuk sikap menolak pelarangan jam malam, makanya sampai saat ini kami terus bertanya-tanya soal dasar dikeluarkannya SK DO tersebut,” Misbahuddin.

Aksi yang berlangsung ini mendapat intervensi oleh aparat kepolisian yang berada di kampus atas dasar intruksi Pimpinan kampus.

“Dalam kondisi cuaca hujan mahasiswa dipaksa keluar dan ketua stmik tidak mau menemui mahasiswanya untuk berdialog, polisi juga ikut menyuruh mahasiswa untuk pulang, katanya perintah dari Ketua STIMIK Akba,” Misbahuddin.

Diketahui, hingga tulisan ini dibuat kondisi kampus terjadi pemadaman lampu dan pengusiran mahasiswa dari dalam kampus. Belasan aparat kepolisian berseragam lengkap serta beberapa berapakaian preman terlibat dalam pengusiran ini dan berhak-jaga didalam kampus, (22:19).

Menilai keterlibatan aparat kepolisian dalam menangani aksi mahasiswa, salah satu mahasiswa STIMIK Akba sangat menyesalkan sikap aparat kepolisian yang berlebihan dalam menangani aksi mahasiswa.

Baca Juga:  Sertu (K) Ni Kadek, Raih Medali  Dedikasikan untuk Rakyat Indonesia

“Kami ini hanya menggelar aksi damai dan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis, tapi polisi tetap ngotot juga untuk melarang aksi kami,” ujar Bullah.

Menurut pengakuan Bullah, aksi yang digelar ini rencananya akan dilangsungkan hingga pukul 23:00 Wita, dengan varian aksi malam renungan “RIP Demokrasi Kampus.

Laporan: Alam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed