oleh

Puluhan Pengunjuk Rasa Tergabung Aliansi Solidaritas Untuk Bangsa Papua

-Berita-465 views
Media Sosial

Makassar – Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam ‘Aliansi Solidaritas untuk Bangsa Papua’ menggelar aksi flashmob. Kamis, (19/12/2019).

Salah satu koordinator Aliansi, Ugi mengatakan bahwa aksinya merupakan peringatan 58 tahun Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo. Kamis, (19/12).

Lanjut Ugi, dalam aksi ini pengunjuk rasa menyoroti persoalan ‘kejahatan kemanusiaan dan pembungkaman aspirasi politik rakyat Papua terus berlangsung’

“Selama 58 tahun pasca Operasi Militer Trikora yang merupakan konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Irian Barat (Papua) membawa dampak buruk terhadap penghidupan Orang Asli Papua (OAP),” katanya.

Menurutnya, pasca Trikora adalah wujud kolonialisasi yang dilakukan oleh pemerintahan Indonesia yang buntutnya hingga pelanggaran HAM dan pembungkaman demokrasi.

“SDA di Papua dieksploitasi habis-habisan tapi tidak membawa kesejahteraan bagi OAP serta praktek kriminalisasi bagi OAP atau orang yang bersolidaritas dan menyatakan pandangan sikap politiknya terkait konflik Papua hingga saat ini terus terjadi,” terangnya.

Tak hanya itu, Ugi juga mengkritisi soal sikap pemerintahan Indonesia yang mempraktekkan kolonialisasi terhadap OAP.

“Indonesia sebagai negara bekas jajahan, seharusnya bisa lebih dewasa dalam bernegara dan tidak mengulang kembali praktek kolonialisasi yang seyogyanya melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Humas aksi menjelaskan, mengenai kondisi Papua saat ini pasca peristiwa rasisme di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang berbuntut pada gelojak aksi massa besar-besaran di Papua.

“Tahun ini ada sedikitnya 104 orang Papua ditahan karena melakukan aksi unjuk rasa, 41 orang di antaranya ditahan dengan delik makar, termasuk Surya Anta, Juru Bicara kami, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua,” jelas Walfer.

Baca Juga:  Sekdes Dipecat Bupati Lantaran Tak Ikut Bukber, Alasan Sekdes karena Asam Urat

Dalam aksi yang berlangsung sekitar 40 menit ini, pengunjuk rasa juga menuntut pembebasan tanpa syarat bagi tahanan politik Papua.

“Kami juga menuntut bebaskan Surya Anta dan 5 aktivis West Papua tanpa syarat,” tegas Walfer, selaku Humas Aliansi.

Diketahui, aksi memperingati 58 tahun Trikora ini dilakukan secara serentak di beberapa kota, seperti di Makassar, Palu, Manado, Minahasa, Ambon, Kupang, Gorontalo, Jakarta, Ternate, Jogjakarta, dan Malang.

Laporan: Alam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed