oleh

Reuni Akbar Alumni 2001 SMPN 1 Tanete Riaja Angkatan 1998

-Berita-1.796 views
Media Sosial

Barru Pos–Reuni Akbar Alumni 2001, SMPN 1 Tanete Riaja, 08 Juni 2019, di Lapangan Labandu Ralla, adalah awal pertemuan para Alumni 2001 SMPN 1 Tanete riaja, angkatan 1998 setelah 18 Tahun berpisah.

Menapaki jalan gelap bersama sahabat akan terasa lebih baik di banding sendirian di jalan terang benderang.

Berawal dari pertemuan lewat media sosial, hingga tergerak hati untuk bertemu kembali sehingga tercetus ide untuk mengadakan acara reuni agar silaturrahim terjalin kembali.

Ada yang setuju dengan penuh semangat, ada yang tidak setuju bahkan langsung keluar dari grup WhatsAap.

Diskusi via WhatsAap terus berlanjut sehingga terbentuk ketua alumni 2001 angkatan 1998 dan susunan agenda. Ada yang hunting nomor kontak teman-teman, seangkatan ada bendahara. yang hunting lokasi tempat acara adalah panitia. Alhamdulillah semua rencana terlaksana atas izin Allah.” ucap Uly peserta reuni.

Teman-teman yang jauh di rantau dan tidak bisa pulang juga ikut berkontribusi dalam acara reuni dengan mentransfer dana demi terlaksananya kegiatan.

Reuni atau temu kangen apapun nama atau jenisnya. Usahakan setiap momentumnya lebih sehat dan positif. Mari kita luruskan niat baik tiap kali reuni. Jangan jadikan reuni hanya untuk kumpul-kumpul saja. Tapi reuni harus menyehatkan, harus memberi kebaikan. Bukan ajang pamer, bukan ajang mengumbar kesombongan, juga bukan untuk membuat sakit hati kawan sehingga trauma dan tidak mau datang lagi.

Reuni akan bermanfaat, sehat dan positif bila kita tidak egois. Tidak perlu memakai ‘Jaket’ kekinian untuk mengenang masa lampau. Tidak usah bawa-bawa pangkat, jabatan, atau status sosial.

Sepakatilah, reuni seharusnya ‘melepas’ jaket keAKUAN dalam pertemanan. Berteman adalah kita, kamu, aku bersama-sama.Bersosialisasi itu indah silaturahmi itu ibadah.

Baca Juga:  Ma'ruf Amien Perintahkan Tutup 8.683 Tambang Ilegal

Menjalin kembali tali silaturrahim dan saling bertukar informasi, karena kita sudah tidak pernah atau jarang ketemu lagi.

Mengembalikan eksistensi dan kembali belajar, karena tiap orang punya eksistensi dan potensi dalam diri. Kita bisa belajar dari teman, dari pertemanan yang sebegitu lama.” ungakpnya Uly.

Reporter: Sudriman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed