oleh

Rombongan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Barru Berbondong- bondong Geruduk Mapolda Sul-Sel

Media Sosial

Barrupos.com – Pengurus cabang PMII Barru kembali melakukan aksi solidaritas di Mapolda Sulsel untuk mempertanyakan Kinerja pihak berwajib yang sampai saat ini sudah setahun lalu, kasus penembakan sahabat Randy dan Yusuf di Kolaka belum terpublikasi di khalayak siapa dalang dari penembakan tersebut. (Kamis, 01 Oktober 2020)


“Sebagai kader pergerakan kita tidak boleh nafikkan kesedihan atas terbunuhnya sahabat kita almarhum (Randy dan Yusuf) yang sampai hari ini belum di tuntaskan juga kasusnya, maka dari itu, saya Selaku Pimpinan PMII Barru meneruskan intruksi pimpinan koordinator cabang (PKC) untuk menggiring seluruh kader yang ada di barru untuk sama sama melakukan aksi solidaritas di MAPOLDA Sulsel, Memperjuangkan keadilan untuk sahabat kita”.tutur Herdiansyah.


Dalam aksi solidaritas tersebut sahabat PMII juga mengecam keras tindakan refresif aparat keamanan terhadap massa aksi/mahasiswa yang sering terjadi belakangan ini.
Sekertaris Umum PMII barru, Zakaria wahid dalam ungkapnya, “Sebagai pihak keamanan harusnya menjadi penengah dan pelerai ketika terjadi bentrok di lokasi aksi bukan malah aparat sebagai tokoh utama atau bahkan jadi dalang terjadinya kericuhan, Hal seperti ini yang harus kita pertegas sebagai warga Pergerakan terhadap pihak keamanan”.
Kader PMII Barru serentak menyuarakan STOP TINDAKAN REFRESIF terhadap MAHASISWA khusunya Kader PMII.
dalam tuntutanNya kader PMII juga Mengingatkan kepada KAPOLDA SULSEL agar tidak menambah catatan buruknya disulsel seperti yang sudah di tinggalkan saat menjabat sebagai KAPOLDA SULTRA yang sering membuat gaduh publik.

Laporan Wartawan Barrupos, Ahmad

Baca Juga:  Bupati Barru hadiri Rakor KPU Barru terkait Pendaftaran Bakal Calon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed