oleh

Sejarah Berdirinya MDA MA’ARIF NU Kampung Baru Palanro

-Berita-2.162 views
Media Sosial

Barru Pos-Nama Sosok Pemuda yang bernama Muhammad Fadli Alimuddin, putra kelahiran Parepare 27 juli 1988, sekitar 30 tahun silam beliau terlahir untuk menjawab tantangan zaman.

Awalnya beliau (Muhammad Fadli) mendirikan Forum Kajian Tahsin Al Qur’an di Masjid jami nurul ittihad Kampung Baru Palanro sekitar tahun 2011 silam, saat itu jumlah santri yang belajar sekitar 45 orang.

Muatan fokus kajian diantaranya adalah (Bacaan tajwid, barazanji dan training dakwah). Perkembangan dari kegiatan ini tidak berjalan mulus, sebab tidak mendapat dukungan penuh dari pengurus masjid, tokoh Masyarakat dan lainnya, sehingga terjadi dis-integritas dalam kegiatan ini, Namun seiring berjalannya waktu, dari masa ke masa terjadi kritisme positif dari sang pembaharuan (Muhammad Fadli), saat itu beliau merasa ada kesenjangan dari pihak-pihak lainnya, akhirnya beliau memilih berhenti mengabdi, lalu kegiatan itu bubar, namun Allah swt berkehendak lain, ketika Sosok Muhammad Fadli melanjutkan studinya pada Program Magister (S-2) konsentrasi pendidikan Islam, tepat 10 maret 2014 silam beliau mendapat petunjuk ilahi, pada saat beliau memandang perlunya MDA (madrasah Diniyah Awaliyah) di daerahnya tersebut.

Mengingat maraknya pengaruh-pengaruh lingkungan yang dapat mengancam eksistensi generasi muda saat ini, miras, judi dan tauran antar kelompok pemuda merupakan refrensi utama untuk melakukan rekonstruksi dan re-vitalisasi pendidikan Islam, di daerah Palanro Kec. Mallusetasi Kabupaten Barru.

Awalnya beliau merancang konsep dasar untuk mendirikan sebuah TPA namun beliau menganggap jika berdirinya MDA jauh lebih penting dari segalanya. Saat itu beliau menghadap ke Kemenag Kab. Barru agar kiranya beliau akan dirikan mda, lalu beliau direspon baik oleh pihak kemenag barru.

Nama Zohkra Yahya, S. Pd.I ikut sebagai pelopor berdirinya Madrasah ini, walaupun tak ada gaji sejak 2014, namun kesabaran dan nawaitu yang paling utama serta keikhlasan dan ketabahan, akhirnya 2016 Madrasah ini mendapatkan kesempatan dari kemenag Barru untuk menggaji guru-guru MDA sebanyak 900 ribu rupiah, itupun hnya satu orang yang mendapatkannya, maka gaji tersebut dibagi 2, 450.000,- per guru Selama 3 bulan baru digaji.

Baca Juga:  Presiden Harapkan Industri Pariwisata Ambil Peluang di Tengah Wabah Korona

Namun MDA tersebut tetap maju dan menuai prestasi gemilang dalam kontes lomba pada event-event bergengsi pada setiap tahunnya yaitu HAB (hari amal bakti) kementrian Agama.

Sejak 2014 pengajaran dan penghayatan tentang Barazanji cukup intens dan berjalan sebagaimana mestinya, MDA tersebut dibawahi oleh lembaga Pendidikan Nahdlatul ulama, yang diketuai oleh Dr. KH. irham Jalil, M. Ag selaku ketua tanfidziyah NU Barru dan Dr. H. Kamaruddin Hasan, M. Pd selaku ketua LP Ma’arif NU Barru hingga saat ini. Adapun susunanan para pengajar di MDA kampung Baru diantaranya adalah (Muhammad Fadli, Zokhra Yahya, S. Pd.I, Hadiana Abidin, S. Pd, Hariani Samad, S. Pd) mereka adalah pengajar di Madrasah tersebut.

Muhammad Fadli Alumuddin berpesan kepada guru-guru MDA kampung Baru agar mendahulukan keikhlasan dalam memajukn Agama Islam dalam konteks kekinian, sebab boleh jadi anda mengabdi di MDA namun rezki kamu ada di tempat lainnya.

Muhammad Fadli adalah juga sebagai pimpinan Madrasah sekligus salahsatu pengajar di MDA tersebut. 10 maret 2019 adalah bukti sejarah akan lahirny para calon generasi ke generasi akan terlahir untuk menyaksiakn dunia yang tak kunjung usai. Maka salasatu yang dapat memJukan ialah lewat dengan cara pendidikan Islam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed