Tips Penerapan Sekolah Adiwiyata dari SD Negeri Borong

MAKASSAR–Menanamkan peduli dan cinta lingkungan itu sederhana, cukup dengan praktik langsung. Begitu tips yang disampaikan Rosmiaty, S.Pdi, Ketua Tim Adiwiyata SD Negeri Borong. Selama kurang lebih 5 tahun diberi amanah sebagai Ketua Tim Adiwiyata, ia mengaku selalu terjun langsung melakukan penanaman pohon, penataan pot-pot bersama guru dan peserta didik di sekolah yang berada di Kecamatan Manggala itu.

“Metode yang saya gunakan, yakni melalui praktik langsung supaya anak-anak paham tujuan dan manfaatnya Adiwiyata,” jelas Rosmiaty, Sabtu, 7 Maret 2020.

Bu Ros, yang sehari-hari merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) itu, memahami betul makna kalimat “kebersihan itu bagian dari iman”. Karena itu, ia tak segan memimpin murid-muridnya melakukan aktivitas yang berkaitan dengan program-program Adiwiyata agar sekolahnya bersih, indah dan sehat.

SD Negeri Borong sudah meraih Adiwiyata Provinsi dan kini tengah berupaya agar bisa mencapai Adiwiyata Nasional. Keberhasilan ini, kata Rosmiaty, tak lepas dari peran Kepala SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, dan dukungan Komite SD Kompleks Borong, yang dipimpin Drs H. Marzuki. Sekalipun diakui karena keterbatasan lahan belum bisa membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hj Hendriati Sabir tak henti-henti memotivasi para guru dan peserta didik agar mewujudkan sekolah yang hijau dan asri. Bahkan orang tua murid juga diajak berpartisipasi. Kontribusi orang tua di antaranya berupa menyumbang bibit tanaman dan tanah yang digunakan sebagai media tanam, serta ban-ban bekas yang dicat dan difungsikan sebagai pot-pot bunga.

“Salut kepada ibu Kepsek atas kepemimpinan dan cara membimbingnya yang selalu mencarikan solusi bagaimana agar sekolah ini maju,” puji Bu Ros, usai mengajar di kelas 5B.

Para guru memang diharapkan memahami Adiwiyata karena dituntut mampu mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup (PLH) pada semua mata pelajaran. Seperti yang dilakukan Nuraini, S.Pd, wali kelas 3B. Guru yang akrab disapa Bu Nining itu menjelaskan bahwa PLH yang diajarkan terdapat pada tema 5 sub tema 3, tentang memelihara lingkungan sekitar, seperti rumah dan sekolah.

“Saya mengajarkan bagaimana cara memelihara tanaman, di antaranya diberi pupuk dan disirami,” ungkap Bu Nining.

Selain praktik langsung, anak-anak juga diberi pengetahuan tentang Adiwiyata. Alifah Nur Aulia, kelas 5B, menyebutkan bahwa ia dan teman-temannya di kelas diajarkan tentang visi misi dan pengertian Adiwiyata. Mereka juga diajarkan cara memilah sampah, sebagaimana dikemukakan Naila Putri Almira.

“Misalnya, warna kuning untuk sampah kaleng aluminium, botol dan kantong kresek. Biru untuk sampah kertas, seperti koran dan majalah. Merah itu untuk sampah yang berbahaya, seperti lampu bekas, baterai bekas, dan bekas jarum suntikan,” papar Naila.

Anak-anak rupanya memahami tindak-tindakan praktis yang bisa dilakukan sebagai perilaku ramah lingkungan. Salmaya Putri Asyifa, teman sekelas Naila dan Alifah, mengatakan yang bisa dilakukan untuk sekolah Adiwiyata, misalnya selalu membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, menghemat listrik dan menamam pohon di sekitar kelas.

Anak-anak mudah memahami konsepsi dan tujuan Adiwiyata karena pendekatan yang diberikan melalui yel-yel dan games sederhana. Muhammad Fadli Akram Hamza, murid kelas 3A mencontohkan tepuk Adiwiyata, yang sudah diajarkan gurunya.

“SD Negeri Borong, selalu menjaga lingkungan agar bersih dan sehat… yess….,” teriak Fadli sambil bertepuk tangan dengan irama tertentu.

Hj Hendriati Sabir menekankan bahwa penerapan program Adiwiyata ini dilakukan sebagai bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Menurutnya perubahan perilaku ramah lingkungan yang ditanamkan sejak kanak-kanak itulah yang akan menjamin keberlangsungan lingkungan hidup di masa mendatang.(*)

Barrupos

Tinggalkan Balasan

Next Post

Pemkab Barru dan Tim PKK Lanjutkan Pengajian Rutin

Sab Mar 7 , 2020
BARRU POS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru dan Kelompok Pengajian PKK Nurul Huda, mengisi hari libur di akhir pekan untuk melanjutkan pengajian yang rutin digelar dua tahun terakhir. Pengajian rutin yang dihadiri kelompok pengajian Nurul Huda Kecamatan se Kabupaten Barru, para pimpinan OPD, dan camat, kali ini ditempatkan di Masjid Agung, […]

BERITA TERBARU