oleh

Warga Korban Bencana Banjir, Belum Mendapatkan Bantuan: Bupati Semua Butuh Proses

-Berita-1.960 views
Media Sosial

Barru Pos–Nurhena (60) janda 3 tahun dua anak tinggal bersama anaknya Syahril (34) pekerjaan serabutan, warga di Pude’e Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, rumahnya di terjan banjir waktu kejadian di beberapa wilayah di kabupaten Barru pada 28 Desember 2018 lalu.

Sekarang numpang di rumah kerabat suda dua kali pindah menumpang selama musibah Banjir beberapa bulan yang lalu.

Kejadian Tersebut menghancurkan sebanyak 19 unit Rumah 8 rusak total.11 rusak Ringan/sedang. Korban jiwa dan beberapa insfratruktur pemerintah yang rusak.

Pantuan Barru Pos.Com Di Pude’e Kelurahan Takkalasi Kecamatan Balusu Kabupaten Barru, Selasa 30 April 2019, beberapa Korban Banjir masih menumpang dan sebagian berusaha membangun tempat tinggalnya kembali dari sisa kayu yang masih bisa terpakai setelah musibah banjir.

Nurhena, mengatakan dulu kami di beri tahu akan di berikan bantuan tanah dan Rumah akan di bangungkan oleh pemerintah bagi yang kena bencana banjir, sampai saat belum ada kepastiannya, kami hanya ingin tempat tinggal rumah yg layak karna saya bersama anak cumag numpan di pondok kerabat yang ukuran 4×3 meter, rumah saya rusak parah cumang tersisa sebagian,itupun kami suda bongkar karna suda tidak bisa di huni.

Kami mau bangun kembali tapi kami tidak ada biaya hanya mengharap bantuan yang akan di berikan dari pemerintah,” katanya.

Nurhena, kadang saya terbangung tengah malam menangis saya sedih memimikirkan keadaan saya karna suda tidak punya tempat tinggal,adapun pondok tempat kami menumpang dimana kami makan di situ juga kami tidur,” sedih.

Saat Barrupos.com, menemui Bupati Barru Suardi Saleh, mengatakanuntuk penanganan bencana kita kemarin mendapatkan bantuan dari Gubernur cumang memang bantuan ini harus masuk d APBD dalam artinya masuk proses Administrasinya, setelah masuk d APBD kemudian di lakukan lagi Perubahan APBD alhamdulillah Kita suda bahas di DPRD dan semua suda setuju,sekarang suda masuk di APBD di Perubahan Parsial 2019.

Baca Juga:  Pemprov Sulsel Diharapkan Turun Tangan Tangani Kekurangan RKB SMPN 30 Makassar

Kemudian prosesnya harus melalui dengan pelelangan yang kerjakan nantinya sekian Unit di daerah takkalasi sekian unit dan daerah yang lainya itulah sekarang yang Berproses, kemarin saya kumpulkan semua Sekda instansi terkait yaitu Dinsos, Dinas BPBD, Dinas Perumahan/pemukiman dan Dinas PU agar segera di percepat,” katanya.

Suardi saleh, karna harus melalui proses lelang lagi jadi tidak bisa sebelum ramadhan ini tapi insya Allah segera dan secepatnya akan di laksanakan, karna itulah di dalam pemerintahan harus ada proses Adimintrasi yang kita lewati karna kalau tampa proses itu akan jadi persoalan juga nantinya, akan tetapi itu akan sangat menjadi perhatian Kami,” tegasnya.

Adapun bebrapa Korban lainya di Daerah tersebut, Wahida arsyad (54) janda 3 tahun rumahnya juga hancur kini masih di tumpuk sisa kayu rumahnya yang rusak berat dan menumpang di rumah kerabatnya.

Barlian (60) janda 2,5 tahun 6 anak. kini sementara membangun rumah dengan Biaya sediri memakai kayu yang tersisa dari pasca bencana kemarin dan sisa kayu bongkaran rumah warga yang masih bisa di pakai.

Makmur (48) yang hanyut,sementara berusaha membangun tempat tinggal sendiri tampa bantuan dari pihak pemerintah.

Reporter: Asiz Kane

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed