oleh

Yayasan Jenewa Madani Indonesia Melaksanakan Kegiatan Pelatihan Fasilitator Berjenjang

Media Sosial

Barrupos.com-Makassar,Indonesia menghadapi tiga beban masalah gizi, yaitu kekurangan gizi, gizi lebih dan kekurangan zat gizi mikro. Kekurangan gizi meliputi wasting (kekurangan gizi akut) dan stunting (kekurangan gizi kronis).

Dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus balita wasting (gizi kurang dan gizi buruk), PAUD menjadi salah satu platform berbasis masyarakat yang terintegrasi dengan layanan kesehatan dan pendidikan untuk anak balita (Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif – PAUD-HI).

Yayasan Jenewa Madani Indonesia didukung oleh UNICEF melaksanakan Kegiatan “Pelatihan Fasilitator Berjenjang: Deteksi Dini, Rujukan, dan Kelas Pengasuhan Balita Beresiko Wasting di Satuan PAUD-HI.” kegiatan dilakukan selama satu hari, Kamis 22 September 2022 secara offline/luring di W Three Premier Hotel di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan Pelatihan PGBT dibuka langsung oleh Ibu Andi Nurseha, SKM., M.Kes selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Program ini sangat penting karena merupakan upaya memperbaiki serta meningkatkan akses terhadap perkembangan dan pengasuhan anak usia dini,”ungkapnya.

Lebih lanjut, konsep PAUD-HI ini tidak hanya terpaut pada gizi saja, namun terintegrasi bersama sektor pendidikan, kesehatan, sanitasi, perlindungan anak, dan sebagainya.

Andi Nurseha meminta seluruh peserta yang hadir untuk menguatkan aspek-aspek pelayanan gizi dan kesehatan melalui deteksi dini balita yang berisiko wasting di lingkup PAUD.

“Perlunya manajemen koordinasi antara Guru PAUD dan tenaga pelaksana gizi (TPG) puskesmas dalam pengintegrasian PAUD-HI ini agar balita wasting dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat,” imbuhnya.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 34 orang yang berasal dari Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bone. Para peserta mewakili instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Puskesmas di setiap daerah.

Baca Juga:  Friday Faedah Karang Taruna Tanete Rilau Bersama IBS dan KKDB Mimika

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut diharapkan puskesmas mampu melakukan pelatihan berjenjang kepada guru PAUD dan kader posyandu agar terciptanya sinergitas untuk mencegah terjadinya gizi kurang dan gizi buruk pada anak-anak PAUD Sulawesi Selatan.

Deteksi dini balita wasting dapat dilakukan secara mudah dan sederhana melalui pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) dan pemeriksaan bengkak/edema pada kedua punggung telapak kaki.

Reporter : M Rijal B Akmal

Komentar

News Feed