Barrupos.com-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan cerdas bagi petani di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan usaha tani. Para petani selama ini masih menemui kendala dalam mencatat arus kas dan mengelola modal sehingga pelatihan ini menjadi kebutuhan mendesak bagi pengembangan usaha pertanian.
Program dipimpin oleh Prof. Dr. Darmawati, S.E., M.Si., Ak., CA dengan dukungan anggota tim, yaitu Prof. Dr. Andi Kusumawati, S.E., M.Si., Ak., CA.; Prof. Dr. Aini Indrijawati, S.E., M.Si., Ak., CA.; Prof. Dr. Kartini, S.E., M.Si., Ak., CA.; Dr. Rahmawati HS, S.E., M.Si., Ak., CA.; Andi Iqra Pradipta Natsir, S.E., M.Si.; Ade Ikhlas Amal Alam, S.E., M.SA., Ak., ACPA; dan Muhammad Fauzan Garantjng, S.E., M.Ak.
Mahasiswa turut berperan dalam kegiatan ini yaitu Muh. Reza Pehlevi Juanda, Andi Izzah Fadhilah Natsir, Indira Syakira Kirana Juanda, dan Rezky Unirta Ramdani Juanda yang bertugas mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan bagian dari Program Hibah Internal Peningkatan Kinerja Utama (Hibah KIPKU) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Tahun Anggaran 2025 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas literasi keuangan petani di Desa Labbo.
Pelaksanaan kegiatan dilandasi oleh komitmen fakultas dalam memperkuat kontribusi akademisi terhadap perkembangan ekonomi lokal sekaligus mendorong implementasi ilmu yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program hibah ini menjadi wadah integrasi antara riset dan pengabdian sehingga ilmu pengetahuan dapat hadir sebagai solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani di Desa Labbo.
Pelatihan memfokuskan materi pada pencatatan keuangan sederhana manajemen kas pengelolaan modal hingga penggunaan aplikasi keuangan untuk mendukung keputusan usaha. Petani mempraktikkan cara menghitung kebutuhan biaya produksi serta menentukan harga jual hasil panen agar keuntungan lebih terukur. Mereka mengikuti simulasi yang memberi gambaran nyata mengenai strategi mengalokasikan dana untuk peralatan dan pengembangan usaha.
Kepala Desa Labbo Sirajuddin, S.Ag. menilai kegiatan ini memberi dampak positif bagi petani karena pelatihan keuangan menjadi kebutuhan utama masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada hasil pertanian. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar petani dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan meningkatkan kesejahteraan secara nyata. Menurutnya, literasi keuangan merupakan fondasi bagi petani dalam mengelola modal kerja, hasil panen, serta rencana usaha pada musim berikutnya sehingga diperlukan pendampingan rutin agar manfaat pelatihan dapat terus berkembang.
“Kita berharap kegiatan yang seperti ini sebaiknya ada kelanjutannya. Ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat petani karena pada umumnya masyarakat kami adalah petani. Literasi keuangan petani hal yang sangat butuh perhatian supaya keuangan mereka bisa menyejahterakan petani,” ucap Kepala Desa Labbo.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dengan diskusi dan praktik langsung. Banyak petani menyampaikan bahwa pengetahuan baru ini membuka wawasan terkait pentingnya pengelolaan finansial usaha tani secara terstruktur. Salah seorang peserta menyatakan bahwa mereka merasakan manfaat nyata sejak mengikuti pelatihan.
“Kami sangat bersyukur karena bisa mendapatkan pelatihan yang sangat membantu kami sebagai petani mengatur keuangan dengan sistem keuangan cerdas. Jadi ini adalah ilmu yang bermanfaat,” ungkap salah satu peserta pelatihan.
Program ini diharapkan menjadi fondasi peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa dengan dukungan literasi keuangan yang lebih kuat. Tim PKM menyiapkan pendampingan lanjutan agar praktik keuangan berkelanjutan dapat diterapkan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani Desa Labbo.





